HETANEWS

Sarah Kiehl Tidak Melanggar UU Pornografi dan UU ITE

Selebgram Sarah Salsabila. Foto: Instagram @sarahkeihl

Hetanews.com - Media sosial dihebohkan dengan video yang diunggah selebgram, Sarah Keihl, dalam akun Instagramnya pada Rabu (20/5/2020) malam.  Dalam video tersebut, Sarah yang merupakan warga Jatim melelang keperawanannya dimulai dari Rp 2 miliar. Uang hasil lelang akan disumbangkan bagi penanganan COVID-19.

Namun, video tersebut sudah dihapus tak lama setelah netizen geger. Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof Hibnu Nugroho, turut menyoroti tingkah Sarah Keihl tersebut. Hibnu menilai perbuatan Sarah bisa dijerat dengan UU ITE dan UU Pornografi.

"Jadi (bisa dijerat) 2 UU. UU Pornografi dan UU ITE," ujar Hibnu kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).

Menanggapi itu, saya tidak sependapat dengan Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof Hibnu Nugroho.  Saya mengatakan berlebihan jika pernyataan Sarah Keihl mengenai lelang perawan dianggap dapat dijerat UU Pornografi dan UU ITE.

Saya kira berlebihan ya kalau masalah kasus pernyataan Sarah Keihl soal lelang perawan sampai disebut-sebut bisa dijerat UU Pornografi dan UU ITE. Kenapa berlebihan?

Karena begini kalau Sarah Keihl menyebut lelang perawan lalu dikait-kaitkan dengan UU Pornografi pasal 4 ayat 1 huruf e soal alat kelamin, saya kira tidak bisa itu karena salahnya apa menyebut perawan?

Masa menyebut perawan bisa masuk penjara? Karena ada begitu banyak kata atau kalimat yang berhubungan dengan alat kelamin bahkan soal apa rasa malam pertama pun, ada kalau jika diperiksa di google terutama website AloDokter dan bahasa nya sangat vulgar.

Jadi Sarah Keihl ga bisa dijerat dengan UU Pornografi karena tidak melanggar UU Pornografi. Kalau Sarah Keihl dianggap langgar UU Pornografi gimana itu yang di AloDokter?

Soal penyebutan alat kelamin, gimana itu kan banyak juga di sana (AloDokter), banyak kata vulgar? Sarah Keihl juga tidak melanggar UU ITE. Karena mengatakan akan lelang perawan bukan kejahatan dan tak termasuk Pasal 27 ayat 1 UU ITE. Pun kalau mau dipaksakan UU ITE juga tak bisa karena apakah merupakan kejahatan kalau mengatakan akan melelang perawan?

Lah ini kan sama aja dengan jual diri. Apa tindak pidana kalau jual diri? kan yang bisa dipidana itu hanya muncikari atau germo. Jadi tak perlu polisi menindak kasus Sarah Keihl.

Selebgram Sarah Salsabila.
Foto: Instagram @sarahkeihl

Kalau itu sampai ditindak ya harus fair juga, bagaimana dengan banyak wanita-wanita yang membuka bo atau menjual diri di aplikasi MiChat. Itu kan sama kayak lelang perawan yang diucapkan Sarah Keihl.

Cuma bedanya kalau lelang kan terkait harga tertinggi, nah yang di MiChat itu banyak yang berbayar bahkan ada tertulis 500 ribu ,900 ribu bahkan ada tulisan short time /long time. Intinya lelang perawan sama dengan yang ada di MiChat, istilahnya bo. Sama-sama berbayar. Itu bukan tindak pidana.

Jadi, jika Sarah Keihl sampai ditindak secara hukum akibat mengatakan lelang perawan, maka itu dipaksakan. Sehingga jika Sarah diproses hukum, maka semua yang menjual diri di MiChat agar ditindak semua biar fair.

Apalagi yang dapat dipidana menurut hukum pidana Indonesia sampai sejauh ini baru hanya muncikari atau germo yang tukang jual-jual anak gadis orang itu loh, dijual ke hidung belang untuk dinikmati tubuhnya itu dan perbuatan muncikari dan jadi mata pencariannya. Itulah pasal 296 KUHP jo 506 KUHP. Jadi maafkan saja Sarah Keihl. Karena Sarah Keihl gak lakukan tindak pidana pornografi ataupun ITE.

Sumber: kumparan.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.