HETANEWS

Dituntut Hukuman Mati, Dua Orang Pengedar 200 Kg Ganja Divonis 20 Tahun Penjara

Dua terdakwa divonis 20 tahun penjara dan 3 rekannya divonis 15 tahun penjara. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Danar Dono, didampingi dua hakim anggota, Simon CP Sitorus dan Hendrik Agus Jaya, tidak sependapat dengan jaksa yang telah menuntut hukuman mati, kepada 2 terdakwa, Andi Putra als Andi (36) dan Budi Hutapea als Obot (34). Keduanya warga Kelurahan Tambun Nabolon yang dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 114 (2) Jo pasal 132 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.           

Hakim akhirnya menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun, denda Rp1 milyar, subsider 1 tahun penjara.

Sedangkan 3 rekannya, terdakwa Irma Dinata (26), Jhon Freddy Pangaribuan (46), warga jalan Ahmad Yani, Kecamatan Siantar Timur, dan Ahmad Ifani Simatupang (54), masing-masing dipidana selama 15 tahun penjara, denda Rp1 milyar subsider 1 tahun penjara. Dan sebelumnya, dituntut jaksa selama 20 tahun penjara.

Hakim dalam putusannya, telah mempertimbangkan fakta yang terungkap, di persidangan dan juga nota pembelaan (pledoi) yang telah disampaikan pengacara, Erwin Sidagambir SH. Atas putusan tersebut, tim jaksa, Rahma Hayati Sinaga dan Christianto Situmorang, menyatakan banding.

"Kami akan mengajukan banding,"kata Christianto, usai persidangan, Rabu (20/5/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar yang digelar secara online melalui vidcon.       

Terungkapnya kasus ini, berawal dari penangkapan tersangka Irma Dinata yang disuruh tersangka Andi untuk mengubur ganja 4 kilo, di  rumahnya. Sedangkan Andi sempat melarikan diri, dan ditangkap pada 8 November 2019 lalu, di jalan Patuan Nagari, Gang Kinantan, Kelurahan Baru Siantar.             

Sindikat peredaran ganja ini, berhasil dibongkar BNN Sumut yang telah mendapatkan informasi. Terdakwa Andi dan Budi Hutapea als Obot, bersama 3 DPO (Tanjung, Dedek dan Bembeng) sebelumnya, membeli ganja 200 Kg dari Aceh, sesuai pesanan Dedi, warga Lampung.

Uang pembelian dikirim Dedi ke rekening tersangka, Jhon Freddy sebanyak Rp4 juta. Lalu Dedi juga mengirimkan uang Rp1 juta ke rekening Andi saat berada di Aceh yang telah merental 2 mobil untuk mengambil ganja.                

Lalu ganja dibawa ke Siantar dan dibawa ke rumah tersangka Ahmad Ifani Simatupang dengan cara dikubur selama 3 hari. Lalu ganja sebanyak 15 Kg dijual, kepada temannya Ahmad, seharga Rp10 juta. Petugas menyita 138 bungkus ganja kering yang dilakban, dengan rincian 4 bungkus dan 134 bungkus.                 

Penulis: ay. Editor: gun.