HETANEWS

Kasir dan Penjaga Mesin Judi Tembak Ikan Diganjar 4 Bulan Penjara

Terdakwa disidangkan secara online, divonis 4 bulan penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Risjon Panjaitan (38), warga Saribudolok, Kecamatan Sikimakuta, Kabupaten Simalungun, akhirnya divonis 4 bulan penjara oleh majelis hakim PN Simlaungun, pimpinan  A Hadi Nasution SH MH. Putusan hakim itu, dibacakan dalam persidangan, Selasa (19/5/2020), di PN Simalungun, melalui sidang online menggunakan sarana vidcon.

Sebelumnya, terdakwa diancam 7 bulan penjara oleh jaksa Augus Vernando Sinaga SH. Risjon dinyatakan terbukti bersalah, melakukan permainan judi, di muka umum tanpa ijin, atau melanggar pasal 303 (1) ke-2 KUH Pidana.

Terdakwa ditangkap anggota Satreskrim Polres Simalungun, pada  19 Januari 2020 lalu, di warkop Heri Antonius Karo-karo (DPO), di Simpang 4 jalan Sutomo Sardol. 

Saat ditangkap, terdakwa sebagai penjaga mesin judi tembak ikan, milik Jaga Sipayung (DPO) yang diletakkan, di warkop tersebut.

Sebagai penjaga mesin dan juga kasir, terdakwa mendapatkan upah Rp.700 ribu/Minggu. Setiap harinya, mesin judi tembak ikan itu menghasilkan uang Rp1 juta/hari.

Cara permainan mesin judi tembak ikan tersebut, bersifat untung-untungan. Dengan cara pemain mengisi stik dengan coin yang dibeli dari terdakwa. Jika stik jitu mengenai sasaran ikan, maka akan mendapatkan hadiah (koin bertambah) yang nantinya dapat diuangkan kepada terdakwa. Jika kalah maka si pemain akan membeli koin lagi.

Permainan judi itu dilakukan setiap harinya, dari pukul 11.00 WIB, hingga pukul 22.00 WIB.

Atas putusan majelis hakim, terdakwa menyatakan menerima. Sedangkan jaksa masih pikir pikir.

Barang bukti, 1 unit mesin judi tembak ikan, 1 buah remote, Hp merk Oppo putih, 1 buku tulis dinyatakan untuk dimusnahkan. Sedangkan uang senilai Rp850.000, dinyatakan dirampas untuk negara.

Penulis: ay. Editor: gun.