HETANEWS.COM

TERKINI Covid-19 di Sumut, Ada 16 Pasien Berhasil Sembuh, Jumlah Kasus Positif Tercatat 235 Orang

Juru bicara Satuan Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara dr Aris Yudhariansyah.

Medan, hetanews.com - Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, masih terus mengalami peningkatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara dr Aris Yudhariansyah mengatakan per hari ini, Selasa (19/5/2020) tercatat ada penambahan sebanyak 10 kasus pasien positif baru dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

"Pada hari ini, Selasa 19 Mei 2020 pukul 16.00 WIB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Sumatera Utara mengkonfirmasi data pasien positif hasil PCR berjumlah 235, ada peningkatan 10 orang dibanding hari kemarin," ujarnya saat konferensi pers di Gedung Pemprov Sumut, Selasa sore.

Selain pertambahan kasus positif baru, dr Aris juga memaparkan ada peningkatan jumlah pasien yang berhasil sembuh. Tercatat ada sebanyak 16 pasien yang sudah dinyatakan berhasil sembuh dari covid-19 per hari ini

"Pasien sembuh berjumlah 74 orang, ada penambahan 16 pasien baru yang sembuh dari hari kemarin," ucapnya.

Sementara itu untuk jumlah Pasien dalam pengawasan (PDP) dr Aris mengatakan saat ini berjumlah 204 orang. Sedangkan data Orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 538 orang dan korban meninggal dunia sudah mencapai angka 29 orang.

Dari kondisi saat ini, GTPP Sumut terus mengimbau agar warga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak, serta memakai masker jika keluar rumah, dan tidak mudik idulfitri di tengah pandemi corona saat ini.

Hal ini perlu dilakukan karena sampai saat ini belum ada tren penurunan dan masih ditemukannya penderita baru di Sumatra Utara.

"Saudara-saudara sekalian gambaran data ini sangat tegas dan bisa kita lihat bahwa penambahan kasus baru masih terus terjadi.

Pembawa virus ini masih ada di tengah-tengah kita, inilah yang berkali-kali kami sebutkan sebagai orang tanpa gejala yang dalam tubuhnya membawa virus.

Oleh karena itu cuci tangan dengan sabun adalah cara yang paling bagus. Selain itu tidak mudik adalah pilihan yang palinv bijak, jangan ambil risiko tertular covid-19," kata Aris.

Data Nasional

Pemerintah menyatakan, data memperlihatkan bahwa penularan virus corona masih terjadi sehingga kasus Covid-19 masih bertambah.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa (19/5/2020) pukul 12.00 WIB, ada 486 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan kini ada 18.496 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Hal ini diungkapkan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, pada Selasa sore.

"Ada kenaikan sebanyak 486 orang sehingga menjadi 18.496 orang," ujar Achmad Yurianto.

Data yang sama juga memperlihatkan ada penambahan 143 pasien Covid-19 yang sembuh dalam sehari.

Mereka telah menjalani dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan hasilnya negatif virus corona.

Dengan demikian, total ada 4.467 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sejak awal pencatatan pasien sembuh di Indonesia.

Namun, masih ada kabar duka dengan adanya 30 pasien Covid-19 yang tutup usia dalam periode 18-19 Mei 2020.

"Sehingga, (totalnya) menjadi 1.221 orang," ujar Yurianto.

Data ODP dan PDP

Yurianto menyatakan, hingga saat ini pemerintah mencatat bahwa kasus Covid-19 sudah ada di 390 kabupaten/kota dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Selain data pasien positif Covid-19, pemerintah juga mencatat data mengenai orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Saat ini ada 45.300 orang berstatus ODP yang masih dipantau.

Kemudian, ada 11.891 orang berstatus PDP yang diawasi pemerintah.

Sesuai yang disebutkan Yurianto kemarin, hari ini pemerintah juga tidak memasukkan jumlah ODP dan PDP secara akumulatif. Ini berbeda dengan dua hari sebelumnya.

Data Spesimen

Pemerintah juga berjanji untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan dengan menambah jumlah laboratorium terkait pemeriksaan virus corona.

Kini ada 66 laboratorium yang bisa digunakan untuk melakukan pengetesan dengan metode real time PCR.

Selain itu, ada 14 laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan dengan metode tes cepat molekuler (TCM).

Sejak awal pencatatan kasus Covid-19 hingga sekarang, pemerintah sudah memeriksa 202.936 spesimen dari 147.799 orang yang diambil sampelnya.

Dari 202.936 spesimen, ada 201.736 spesimen yang diperiksa menggunakan real time PCR.

Kemudian, 1.200 spesimen diperiksa menggunakan TCM.

Adapun dari 147.799 orang yang diperiksa spesimennya, ada 129.303 orang yang diketahui negatif virus corona dan 18.496 yang hasilnya positif.

Dengan demikian, positive rate di Indonesia mencapai 13 persen.

sumber: tribunnews.com

Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!