HETANEWS.COM

Dijamin Keluarga, Pria Mabuk Ngamuk ke Babinsa di Pos PKM Denpasar Dilepas

Petugas amankan pria mabuk di pos pantau 3 PKM Denpasar (dok. Istimewa)

Denpasar, hetanews.com - Pria tanpa identitas mengamuk saat di pos pantau pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) Denpasar sudah dikembalikan ke ke penjaminya yang mengaku keluarganya. Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan pelaku tetap akan diawasi dan akan diedukasi.

"Sekarang ada yang penjaminnya yang mengaku keluarganya sudah kita serahkan untuk kita sama-sama dibina lah. Itu kan sudah perbuatan melawan petugas itu kan sudah dalam suasana pandemi ini kita kan menekan persuatif, korperatif, dan edukatif itu," kata Sayoga, Selasa (19/5/2020).

Menurut Sayoga meskipun pelaku sudah diserahkan ke pihak yang mengaku keluarga namun permasalahan belum selesai. Selain itu, pelaku juga diperiksa kesehatanya dan kejiwaanya.

"Ya yang dimaki-maki kan Babinsa malam itu, apalagi ini kan dalam melaksanakan tugas ya karena kondisinya seperti itu dalam keadaan tidak sadar sudah koordinasikan sudah komunikasikan tapi masalah belum selesai masih dalam pengawasan itu," ujar Sayoga.

"Ya kita koordinasikan dengan tim medis kita betul-betul ada gangguan kejiwaan atau apa seperti itu penyelesaiannya yang jelas kita masih persuasif, edukatif, dan koperatif kalau memang ada gangguan kejiwaan perlu diperiksa kan kesehatannya, kalau waras sudah kami serahkan," sambungnya.

Pria tersebut sempat memaki dan mendorong Babinsa (dok. Istimewa)

Samyoga mengatakan pihak Satpol PP akan memanggil pria tersebut jika dibutuhkan lagi. Sedangkan pelaku sampai saat ini masih belum diketahui identitas lengkapnya.

"Mungkin temen-temen di Babinsa sudah bergerak, tetapi ini kan kita tetap kooperatif, itu perlu pengawasan karena keluarganya menyanggupi untuk merawat. Kita serahkan dengan catatan masih belum selesai, sewaktu-waktu kita akan panggil lagi kalau diperlukan. Di luar kontrol itu karena pengaruh alkohol. Belum juga saudaranya ada, kalau nama keluarganya kalau nama pelakunya belum ada biar kondisnya membaik dulu, soalnya ini di ruang binaan ini kan ada orang linglung dan juga orang tanpa identitas," tegas Sayoga.

Sebelumnya diberitakan, pria mabuk mengamuk diamankan di Pos 3 PKM Denpasar di Jalan Gunung Salak, Denpasar Barat, pada Minggu (17/5). Peristiwa ini terekam dan videonya viral di media sosial (medsos). Tampak dalam video, pria tersebut terus melontarkan kata-kata kasar sambil berteriak kepada anggota Babinsa.

Pria tersebut juga sempat menyorongkan tubuhnya, menunjuk-nunjuk, bahkan mendorong anggota Babinsa. Namun, anggota Babinsa yang dihadapinya tetap tenang dan sabar. Terlihat dalam video tersebut, pria berkaus dan celana pendek tersebut tidak menggunakan masker.

Pria yang mengaku berasal dari Jakarta itu akhirnya diamankan ke kantor Satpol PP. Dalam video lain yang beredar, pria tersebut menyatakan menyesali perbuatannya memaki dan melawan petugas.

"Itu pas dihentikan memang nggak pakai masker, tidak bawa identitas diri, tidak bawa STNK naik motornya. Ketika sedang ditanya diperiksa itu alasan mau lari, itu ditanya sama Pak Babinsa itu, Pak Babinsanya dimaki-maki di video yang viral itu, akhirnya di pos itu menghubungi kami untuk minta bantu, ngamuk-ngamuk, kita amankan ke kantor," kata Kepala Satpol PP Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, saat dihubungi detikcom, Senin (18/5).

sumber: detik.com

Editor: sella.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!