HETANEWS

PLN Tengah Matangkan Skenario New Normal

Logo PLN. Foto: Istimewa

Jakarta, hetanews.com - PT PLN (Persero) tengah menyiapkan skenario The New Normal dalam menghadapi pandemi Covid-19 setelah dua bulan menjalankan kebijakan Work from Home (WFH).

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, skenario tersebut disiapkan sesuai dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir melalui Surat Edaran Menteri BUMN bernomor 336/MBU/05/2020.

"Kami menyiapkan diri sesuai arahan dan kebijakan Pemerintah melalui Kementerian BUMN, baik secara internal maupun eksternal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2020).

Lebih lanjut, Zulkifli menjelaskan dari sisi internal, pihaknya tengah melengkapi protokol bekerja sesuai dengan protokol yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk pegawai yang bekerja dari kantor maupun dari rumah.

"Sedangkan di sisi eksternal, PLN memastikan bahwa seluruh aktivitas New Normal yang akan dimulai setelah Lebaran tercukupi kebutuhan listriknya dalam kuantitas dan kualitas yang baik," tuturnya.

Zulkifli menambah, sejak merebaknya virus Covid-19, PLN telah menerapkan sejumlah aturan untuk mengatur aktivitas pegawai di kantor, bekerja dari rumah, sampai dengan aturan di proyek-proyek yang sedang berjalan, termasuk perlindungan terhadap pegawai.

“Sepanjang dua bulan itu, PLN terus memastikan pasokan yang cukup, termasuk melaksanakan program stimulus Covid-19 yang ditujukan kepada para pelanggan yang terdampak,” kata dia. Selama pemberlakuan WFH, Zulkifli memastikan pihaknya terus memonitor kondisi setiap pegawainya.

"Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas dalam kondisi prima dan sehat, sehingga bisa memberikan pelayanan maksimal dalam menjaga pasokan listrik bagi masyarakat," ujarnya.

Oleh karenanya, Zulkifli menyebutkan, skenario New Normal yang akan dimulai setelah liburan Lebaran tengah dilengkapi dengan mengacu pada protokol kesehatan dan protokol bekerja yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 Pemerintah.

"Sosialisasi kepada para pegawai PLN di seluruh Indonesia juga telah dilakukan, sehingga ketika skenario tersebut dijalankan sudah mengikuti protokol yang dimaksud," ucapnya.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.