HETANEWS.COM

Bandar Sabu RR Diancam 8 Tahun, 2 Rekannya Dituntut 7 dan 6 Tahun Penjara

Jaksa Christianto, membacakan tuntutan bandar sabu RR dan rekannya, di depan majelis hakim PN Siantar. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Tumnjaksa Rahmah Hayati Sinaga dan Christianto Situmorang, menuntut bandar sabu, Regoria als RR  (33), warga jalan Bola Kaki, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, dengan pidana penjara selama 8 tahun, denda Rp1 milyar, subsider 6 bulan penjara. Terdakwa dipersalahkan, melanggar pasal 114 (2) UU RI No.35/2009 tentang peredaran narkotika jenis sabu.

Sedangkan Wisnu Pranata (26), warga jalan Teratai, dituntut 7 tahun penjara dan Purwo Widodo als Dodo (32), diancam 6 tahun penjara. Masing - masing didenda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara. Keduanya dipersalahkan dengan pasal 112 ayat (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Tuntutan tersebut, dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), Christianto Situmorang, dalam persidangan yang digelar secara online, melalui vidcon di PN Siantar, Senin (18/5/2020).

Berawal dari penangkapan Dodo yang mengaku membeli sabu dari RR,  dan menyita sabu seberat 1,20 gram. Lalu petugas melakukan penggerebekan, di rumah kontrakan RR, di jalan Dea, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, pada Senin, 4 Nopember 2019 lalu.

Saat itu, Regoria turun dari Lantai II rumahnya dan turut diamankan terdakwa Wisnu Pranata, sebagai pemilik 40 butir pil ekstasi seberat 9,74 gram, di rumah RR.

Barang bukti lainnya dari rumah kontrakan Regoria, disita 2 paket sabu seberat 9,96 gram (bruto) dari dalam bola lampu, di sudut ruangan, timbangan digital dan uang Rp500 ribu lebih dari dalam lemari yang diakui milik Rego, dan 2 ponsel merk Oppo/Samsung.

Semua barang bukti, dinyatakan dimusnahkan. Sedangkan uang dinyatakan dirampas untuk negara. Didampingi pengacara prodeo dari Posbakum PN Pematangsiantar, para terdakwa secara lisan memohon agar hukumannya diringankan.

Ketua majelis hakim, Danar Dono, didampingi dua hakim anggota, Simon CP Sitorus dan Hendrik, menunda persidangan hingga Senin (2 Minggu) mendatang untuk mendengarkan putusan.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!