Siantar, hetanews.com - Tampaknya Pemko Siantar tak serius dalam menangani masalah Pendemi covid-19 di Kota Siantar, hal ini terungkap ketika salah seorang warga mengadukan permasalahan yang dialaminya ke Gugus Tugas Pemko Siantar.

Salah seorang warga yang diketahui bernama Fatimah Siregar, Senin (18/05/2020) mempertanyakan regulasi yang dijalankan pemko terkait penanganan Covid-19.

"Saya datang kemari mempertanyakan kepada Pemerintah terkait regulasi penyebaran covid-19,"sebutnya kepada gugus tugas yang pada saat itu diterima langsung oleh Jubir Gugus Tugas Daniel Siregar dan Kordinator Gugus Tugas Pardamean Manurung.

Masih kata Fatimah dia juga menginginkan kenyamanan bagi masyarakat baik pengusaha tempat makanan dan lainnya dalam menjalankan usaha, sehingga tidak ada rasa tembang pilih yang dialami oleh pengusaha dan masyarakat.

"Yang kami alami saya merasa bagian dari masyarakat usaha makanan merasa ada diskriminasi antar sesama pengusaha dalam penanganan Covid-19,"sebutnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut tampak Daniel dan Pardamean kebingungan dan menyebutkan akan melakukan rapat terkait laporan tersebut.

"Yah nanti kita rapatkan kepada tim tentang ini,"ucapnya.

Ditanya secara langsung oleh wartawan terkait regulasi tersebut, Pardeman menyebutkan mereka mengikuti aturan pusat.

"Regulasi yang selama ini kami ikutkan itu regulasi dari pusat, apa itu seperti himbauan, kami juga butuh bantuan rekan-rekan jugalah, karena kondisi masyarakat sekarang memakai masker dan pula hidup yang sehat juga masih kurang,"katanya.

Ditanya himbauan tersebut dilakukan sejak jam berapa saja?, Pardeman mengatakan himbau itu dilakukan dari sore hari.

"Selama ini sudah kita lakukan, sejak Ramadhan itu kita mulai dari Pukul 16.30 Wib, sampai mau berbuka puasa, kalau malam hari Satpol PP tetap memantau komunitas warga yang berinteraksi disekitar lingkungan,"jelasnya.

Ditanya apakah himbauan tersebut dilakukan kesemua tempat?, Sebab ada beberapa tempat yang tetap membuka tokonya sedangkan tempat lain dilakukan tindakan tegas oleh petugas.

"Oke laporannya akan kami tindak lanjuti kepada pengusaha yang membandel,"ucapnya.

Namun ketika ditanya apakah ada regulasi terkait tindakan penyemprotan langsung kepada masyarakat atau tempat usaha?, Pardamean mengaku ada namun dia tidak dapat menyebutkan regulasi tersebut.

"Ada regulasinya, dan kemarin kan ada surat edarannya, kalau mau tau lihat aja di Humas,"ucapnya.