HETANEWS.COM

Sopir Angkot Pelaku Cabul Diancam 7 Tahun Penjara

Supir angkot pelaku cabul. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Jhonny Manik (28), mengaku sebagai supir angkot, akhirnya dituntut hukuman 7 tahun penjara, denda Rp 60 juta, subsider 6 bulan kurungan. Ancaman hukuman itu, dibacakan jaksa Weni Julianti Situmorang, dalam persidangan yang digelar secara tertutup dan melalui sidang online, Senin (1/5/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.          

Menurut jaksa penuntut umum, terdakwa terbukti mencabuli Dewi (disamarkan red, 14 tahun). Jhonny dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 1 angka 1 yaitu pasal 81 ayat (2) Peraturan Pemerintah Pengganti  UURI No. 23 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU No.17 Tahun 2016.          

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, melalui keterangan saksi-saksi, barang bukti surat, berupa Visum No: 744/1681/440/209 yang dibuat dan ditandatangani, dr Rahimi Rahim Sp.OG, di RSU Pematang Raya. Jika selaput darah korban sudah tidak utuh lagi, karena perbuatan cabul yang dilakukan terdakwa.           

Terdakwa yang tinggal di Jalan H Ulakma Sinaga, Gang Murni Rambung Merah yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot, menjemput Dewi dari rumahnya, Sabtu, 14 September 2019 lalu, sekitar pukul 20.30 WIB, dengan maksud melihat pasar malam.

Ternyata, terdakwa membawa korban ke gudang mobil kosong, di Perumahan Cinta Maju, Kecamatan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun.             

Di dalam mobil, terdakwa dengan bujuk rayu dan berjanji akan menikahi korban jika hamil. Maka korban mau disetubuhi. Usai mencabuli korban, rencana ke pasar malam pun gagal dan korban diantar pulang ke rumah orangtuanya.             

Hal yang meringankan terdakwa, karena terdakwa jujur mengakui perbuatannya. Sedangkan hal memberatkan, akibat perbuatan terdakwa, keluarga korban menjadi malu dan masa depan  korban sebagai anak menjadi hancur.  Didampingi pengacaranya, Sintong Sihombing dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.                 

Dengan alasan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. "Saya mohon agar hukuman saya diringankan yang mulia, saya menyesal  dan berjanji tidak akan mengulangi lagi," kata terdakwa.                 

Untuk mempertimbangkannya dalam putusan, sidang ditunda hingga 2 Minggu mendatang. "Untuk putusan sidang ditunda dua Minggu,"kata ketua majelis hakim, Roziyanti, didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting dan Mince Ginting.

Penulis: ay. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!