HETANEWS

Viral Beras Berulat di Tapteng, Riadil: Itu Bukan dari Pemprov Sumut

Tapteng, hetanews.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis, selaku Pusat Pengendali Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut menegaskan, beras berulat di Tapanuli Tengah (Tapteng) bukan berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

Karena menurutnya hingga saat ini Pemprov Sumut maupun GTPP Covid-19 belum menyalurkan bantuan sembako ke Tapanuli Tengah.

Hal itu disampaikan Riadil menyusul viralnya informasi di media online tentang beras berulat atau berkutu yang ditolak masyarakat Tapteng.

"Jadi informasi yang beredar di salah satu media online itu tidak benar. Tidak benar ada beras yang berulat atau berkutu bantuan Pak Gubernur. Karena sampai hari ini kita belum mengirimkan (bantuan) ke Tapanuli Tengah," tegas Riadil.

Riadil menjelaskan, Pemprov Sumut atas nama GTPP Covid-19 akan membagikan paket bantuan pangan dalam bentuk sembako kepada seluruh masyarakat Sumut yang berhak.

Hal yang menjadi acuan pemberian sembako adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk menghitung kuota.

"Jadi kuota ada 1.321.426 paket yang akan dibagikan kepada yang berhak ini akan dibagikan ke 33 kabupaten/kota," terangnya.

Namun, kata dia, ada 16 kabupaten/kota yang menyatakan menerima transfer dana.

Dari transfer dana ini, mereka akan mengadakan proses pengadaannya atas Surat Edaran Sekretaris Daerah. Sisanya ada 17 kabupaten/kota yang menyatakan sikap menerima paket pangan sembako dari gugus tugas provinsi.

"Khususnya kabupaten/kota yang menerima bantuan barang paket sembako terdiri dari empat item barang, yaitu beras 10 kg, gula 2 kg, minyak makan 2 liter dan mie instan 20 bungkus, totalnya Rp225 ribu per paket yang akan kita sampaikan," jelasnya.

Sampai Kamis (14/5), sambung Riadil, masih dilakukan persiapan pengiriman sembako kepada 17 kabupaten/kota yang menyatakan sikap hanya menerima sembako, termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Untuk Kabupaten Tapanuli Tengah, sampai hari ini Gubernur Sumatera Utara melalui gugus tugas provinsi belum mengirimkan paket sembako. Insya Allah penyerahan sembako kita mulai hari Sabtu sampai seterusnya hingga sebelum lebaran semua ini sudah diserahkan kepada yang berhak."

"Untuk itu kita melibatkan tiga pilar pengendalian dan pengawasannya. Kita kerahkan TNI atau Kodam dan jajaran ke bawah hingga Babinsa. Demikian juga Polda dan jajaran ke bawah hingga Bhabinkamtibmas. Kita juga didampingi pihak Kejaksaan, DPRD Provinsi, Pemkab/Pemko hingga sampai ke relawan," tukasnya sembari berharap hal ini sama-sama diawasi supaya yang menerima mencapai target sasaran.

Sumber: analisadaily.com 

Editor: suci.