HETANEWS.COM

Undangan 'Misterius' Bikin Anggota DPRD Walk Out

Sejumlah Anggota DPRD Pematangsiantar Walk Out atau keluar saat rapat Paripurna di Harungguon Bolon, Kamis 14 Mei 2020.

Siantar, hetanews.com - Sejumlah anggota DPRD Walk Out atau keluar saat rapat Paripurna II masa Sidang III Tahun 2020, Kamis (14/5/2020) siang. Sejumlah Anggota DPRD menganggap Paripurna ini sepatutnya tanpa Eksutif. Lalu siapa yang mengundang Pemko Pematangsiantar?

Paripurna digelar setelah hasil rapat Banmus DPRD Rabu (13/5) kemarin. Sesuai dengan Banmus, ditentukan jadwal pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan [LHP] BPK RI SUMUT atas laporan keuangan Pemko Pematangsiantar 2019.

Pantauan di ruang Harungguon Bolon, rapat Paripurna dihadiri 22 Anggota DPRD yang menandatangani daftar hadir. Selain Legilatif, paripurna dihadiri pihak Eksekutif dalam hal ini Pemko Pematangsiantar diwakili Wakil Walikota Togar Sitorus, Asisten dan para Kepala OPD. 

Rapat dibuka Ketua DPRD, Timbul Lingga didampingi Wakil Ketua DPRD, Ronal Tampubolon dan Mangatas Silalahi. Sebelum dimulai, interupsi datang dari anggota DPRD Ferry Sinamo. Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan ini menanyakan keberadaan Walikota Hefriansyah.

Melalui pimpinan rapat, pertanyaan itu dijawab oleh Wakil Walikota. "Walikota tak adapat hadir karena ada kegiatan bersama Pihak Bank Sumut," ujar Togar Sitorus

Setelah itu, Timbul Lingga membacakan 4 acara rapat. Salah satunya pembentukan Panitia Khusus [Pansus] DPRD dalam pembahasan LHP BPK atas laporan keuangan Pemko Pematangsiantar 2019.

Fraksi Golkar Memulai Walk Out

Wakil Ketua DPRD, Mangatas Silalahi, mengkritik kehadiran Pemko Pematangsiantar dalam paripurna. Menurut Mangatas, hal itu tidak seharusnya terjadi sebab dalam Banmus tidak ada kesapakatan menghadirkan Pemko Pematangsiantar.

Sementara, saat Paripurna ada anggota DPRD yang getol menanyakan kehadiran Walikota Hefriansyah.
"Dalam paripurna ini, Pemko tidak harus hadir. Ini rapat internal sesuai dengan Banmus. Untuk itu saya Walk Out," ucap Ketua Golkar
Pematangsiantar ini, berdiri lalu keluar.

Senada dengan Mangatas, anggota Fraksi Golkar Hendra Pardede, Lulu Carey dan Daud Simanjuntak interupsi lalu Walk Out. Setelah itu, menyusul Fraksi NasDem, Gerindra, Hanura dan sejumlah anggota DPRD lainya keluar.

Melihat aksi Walk Out, sisa beberapa anggota DPRD dari Frakasi PDI Perjuangan, Fraksi Demokrat dan Anggota Fraksi PAN PKPI masih duduk dibangku masing masing. "Demikian rapat Paripurna hari ini," tutup Timbul Lingga.

Wakil Walikota Togar Sitorus pun berdiri dan menemui para pejabat di teras Pemko Pematangsiantar. 

Wanden Siboro: Aku Gak Bisa Jawab, Itu Politik 

Usai Paripurna, sejumlah anggota DPRD Pematangsiantar masih terlihat berbincang bincang di ruang komisi. Beberapa diantaranya bertelepon. Plt Sekretaris DPRD, Wanden Siboro, juga terlihat berbincang bincang dengan para anggota DPRD yang Walk Out.

Dikonfirmasi terkait undangan Paripurna dari DPRD ke Pemko Pematangsiantar, Wanden enggan berkomentar. "Aku gak bisa jawab ya, cemanalah, politik-nya semua ini. Jadi gak bisa ku jawab," ujarnya ditemui di halaman perkantoran DPRD.

Disinggung, apakah lazim DPRD mengundang Pemko Pematangsiantar dalam rapat semacam itu, Wanden mengatakan bisa saja. "Jangan dibilang gak bisa, orang ini kan Pemerintah Kota. Namanya juga politik, ngapain ku jawab kan gitu," ucapnya berlalu.

Undangan Misterius Pemko Pematangsiantar?

Ketua Fraksi NasDem, Frans Herbert Siahaan, menuturkan sesuai rapat Bansus Rabu kemarin, belum disepakati Pemko Pematangsiantar dihadirkan dalam Paripurna. Pihaknya juga tidak mengetahui siapa yang mengundang Pemko dalam Paripurna tersebut.

"Ketika itu tadi diundang, itu gak tau kita. Yang ngundang siapa, maksudnya apa. Yang pastinya ini rapat internal. Artinya tanpa mereka (Pemko Pematangsiantar) tetap berjalan. Gak sangat penting mereka. Karena ini bukan dari Pemerintah kota. Yang dibahas ini LHP BPK,"katanya.

Karena kehadiran Pemko, Fraksi NasDem menyatakan Walk Out. "Kita lihat kenapa ada mereka, kenapa diuandang dari Pemerintah Kota, jadi kita Walk Out"

Menurut Ketua NasDem Pematangsiantar ini, bila agenda rapat paripurna itu terlewatkan karena beberapa fraksi Walk Out, maka agenda paripurna tak dapat berjalan. Rapat Paripurna kembali dilakukan setelah Banmus dijadwalkan ulang.

"Kalau hari ini terlewatkan, maka Bansus dilakukan lagi. Gak bisa sah ini,"katanya.

Penulis: gee. Editor: edo.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!