HETANEWS.COM

Kisah Manis Pasangan Tertua yang Sembuh dari Corona, Dokter Bilang Keajaiban

Jakarta, hetamews.com - Thomas Abraham dan istrinya Mariyamma menjadi pasangan tertua di India yang terkena COVID-19 dan berhasil sembuh. Ini kisah manis mereka yang romantis.

Thomas Abraham dan Mariyamma tidak pernah terpisahkan sejak menikah pada 1947. Namun virus Corona membuat mereka harus berpisah sesaat saat Thomas yang berusia 93 tahun harus dirawat di ICU sebuah rumah sakit di Kottayam, India.

"Awalnya kami dirawat di bangsal terpisah, tapi kemudian kami saling merindukan satu sama lain, jadi dokter memindahkan kami di tempat tidur yang berdekatan di ICU," kisah Thomas yang kini sudah dinyatakan sembuh dari Corona dan berada di rumahnya di Pathanamthitta, Kerala.

Thomas merupakan orang tertua di India yang sembuh dari virus Corona. Dokter yang merawatnya menyebut kesembuhannya dari virus Corona adalah sebuah keajaiban karena pasien yang berusia di atas 65 termasuk dalam risiko tinggi meninggal karena COVID-19.

Thomas dan Mariyamma serta enam anggota keluarga mereka terinfeksi virus Corona dari anak bungsu mereka, Moncy Abraham. Anak dan istri Moncy, juga menjadi pasien COVID-19. Moncy dan keluarganya diduga terkena virus Corona setelah pulang liburan dari Italia pada akhir Februari 2020.

Thomas Abraham dan Mariyamma, pasangan tertua di India yang terkena COVID-19
Thomas Abraham dan Mariyamma, pasangan tertua di India yang terkena COVID-19 Foto: Dok. Prasar Bharati News Services

Sekitar seminggu setelah Thomas, Mariyamma dan anggota keluarga mereka lainnya dirawat di rumah sakit karena infeksi Corona, pria tua itu mengalami sakit yang bertambah parah. Thomas dan Mariyamma kemudian dipindah perawatannya ke Government Medical College Hospital, Kottayam yang berjarak 58 km dari rumah mereka.

Dua hari setelah dipindahkan ke rumah sakit pemerintah, Thomas mengalami serangan jantung. Selama seminggu hidupnya didukung alat ventilator.

Seperti dikutip dari South China Morning Post, saat terkena serangan jantung itu yang dipikirkannya hanyalah sang istri Mariyamma. "Aku tidak takut akan kematian, tapi aku khawatir meninggalkan Mariyamma sendirian," katanya.

Thomas mengaku saat terbaring dengan alat bantu pernapasan di tubuhnya dia memikirkan sepanjang hidupnya telah melihat banyak kematian orang terdekatnya. Pertama adalah ayahnya, yang meninggal saat dia berusia dua tahun. Kemudian dia melihat meninggalnya anak pertamanya yang berusia 19 tahun. Sang anak meninggal karena kanker.

"Tapi aku tidak pernah menyerah akan adanya harapan. Bahkan di saat ini, aku menyadari aku tidak bisa menyerah dengan mudah, jadi aku melawan," katanya.

Saat Thomas dirawat di ruang ICU karena serangan jantung, dia tidak bisa bertemu keluarganya dan istrinya. Mariyamma yang berusia 88 tahun sudah dipindahkan ke bangsal lain. Namun menurut para perawat, wanita itu sering bertanya tentang kondisi suaminya. Begitu juga dengan Thomas, menanyakan kabar istrinya melalui para perawat.

"Pada saat itulah dokter dan perawat menyadari bahwa lebih baik kami berada di ruangan yang sama, daripada terus menjawab pertanyaan kami. Jadi kami dipindahkan di ruangan yang sama di ICU," ujarnya seraya tertawa.

Begitu dirawat di ruangan yang sama dengan tempat tidur yang berdekatan, Thomas dan Mariyamma terus berpegangan tangan. Aww....sungguh romantis ya mereka....

Editor: sella.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!