HETANEWS.COM

Warga Adukan Kades Kampung Lalang karena Jual Sapi Bantuan Pemerintah

Advokat Arif, di PN Simalungun sembari menunjukkan surat pengaduan terkait Kades yang sudah menjual 2 ekor sapi bantuan pemerintah. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Warga Kampung Lalang, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, melaporkan Kepala Desa (Kades), Fahruzani als Ujen dan anaknya, bernama Yudha.

Laporan itu, telah dikirimkan warga, melalui Yayasan LBHK-DKI (Lembaga Bantuan Hukum dan Kemanusiaan Duta Keadilan Indonesia) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun dan Kejagung, sebagai tembusan.

Laporan  tersebut, sekaitan ulah Kades dan anaknya yang telah menjual 2 ekor sapi, bantuan  pemerintah, melalui Dinas Ketapang, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun.

"Kita sudah melaporkan Kades ke Kejaksaan Simalungun, pada Januari 2020 lalu. Jadi laporan tersebut sudah hampir 4 bulan mengendap di kejaksaan,"jelas Syarifuddin, selaku pengacara warga, kepada wartawan, Selasa (12/5/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Siang itu, Syarifuddin yang akrab disapa Arif, menghadiri sidang dalam kasus perzinahan yang dilakukan Kades Ujen, dengan salah satu warganya.

Secara rinci, Arif menjelaskan, jika 2 ekor sapi yang diberikan Dinas Ketapang, Perikanan dan Peternakan Simalungun, merupakan milik kelompok tani (Poktan) Kampung Lalang, dengan susunan pengurus Suferni (ketua), Dewi Pertiwi (sekretaris) dan Emi Zuraida (bendahara). Setelah mengajukan proposal yang ditandatangani Kades, maka pemerintah memberikan bantuan 2 ekor sapi. Sapi dirawat dan dijaga oleh Marhaendi.

Berselang beberapa waktu, oknum Kades memerintahkan agar Marhaendi, menjual sapi tersebut. Tapi si penjaga sapi tidak berani karena mengetahui asal usul sapi tersebut.

Lalu Kades bertindak sendiri menjual sapi bantuan dan diberikan kepada Marhaendi sebesar Rp400 ribu, sebagai upah merawat sapi. Berselang beberapa waktu kemudian, Yudha anaknya kepala desa juga menjual sapi yang satunya lagi dan memberikan upah Rp700 ribu kepada pengangon sapi.

Ketika Ketua Poktan melakukan pengecekan, sapi sudah tidak ada lagi dan berdasarkan keterangan Marhaendi, sudah dijual Kades dan anaknya. Akibat ulah Kades Kampung Lalang dan anaknya, sejumlah 869 menandatangi laporan pengaduan tersebut yang sudah tidak percaya lagi dengan Kades-nya.

Warga meminta pertanggungjawaban Kades dan meminta aparat terkait (kejaksaan) segera menindaklanjuti laporan mereka dan oknum Kades segera diperiksa. Tak hanya itu, warga juga meminta agar Bupati Simalungun mencopot Kades Ujen.

Demikian dijelaskan Arif kepada wartawan, sambil menunjukkan surat laporan pengaduan dan juga tandatangan warga yang minta Kadesnya dicopot.

Penulis: ay. Editor: gun.