HETANEWS.COM

"Mau Kerja Tapi Disuruh Pulang", Keluh PRT Terdampak Covid -19

Sutri bekerja sebagai PRT, bekerja membersihkan dan menggosok di rumah majikannya. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Sudah hampir 3 bulan lamanya,  anak - anak belajar di rumah, warga diminta Pemerintah agar bekerja dari rumah dan keluar rumah, jika ada kebutuhan yang urgent untuk memutus mata rantai penyebaran Covid - 19.

Tentu saja, hal ini sangat berdampak bagi semua kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat golongan menengah ke bawah.

"Kalau pegawai bisalah bu, bekerja di rumah, gajinya sudah ada setiap bulan. Tapi kayak kami ini, kalau gak kerja, ya gak ada yang mau dimakan,"kata Sutri yang kesehariannya bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), ketika disambangi hetanews.com, Sabtu (9/5/2020) siang tadi.

Sebagai ibu rumah tangga, dia turut membantu suaminya yang bekerja sebagai tukang kayu, di salah satu usaha mebel.  "Suami ku aja bu, kadang kerja, kadang tidak. Karena kalau dia kerja setengah hari, disuruh pulang karena sunyi tidak ada kerjaan. Tidak ada yang pesan meubel lagi,"ungkapnya sedih.

Wanita 37 tahun ini, tinggal di Nagori Bosar Panombean Pane dan harus menghidupi 2 anak yang masih sekolah dan 1 keponakannya yang sudah yatim.

Saya sudah gak mikirin mau lebaran bu, gak mikirin mau beli baju baru, bisa makan aja syukur Alhamdulillah, katanya sedih.

Dia pun berharap agar masa - masa sulit ini cepat berlalu, sehingga keadaan bisa kembali normal agar bisa beraktivitas seperti biasa.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!