HETANEWS.COM

2 Pelajar Perkosa Remaja yang Baru Dikenal setelah Dicekoki Tuak

2 Pelajar di Bengkulu Perkosa Remaja yang Baru Dikenal setelah Dicekoki Tuak

Bengkulu, hetanews.com - Dua pelajar di Kota Bengkulu memerkosa seorang remaja setelah mencekoki korban dengan minuman keras (miras) jenis tuak. Kedua tersangka ditangkap Tim Buser Sat Reskrim Polres Bengkulu. Sementara satu tersangka lain yang merupakan otak dari kasus pemerkosaan ini masih diburu.

Kedua remaja itu masing-masing berinisial F (17) dan A (15). Kedua tersangka yang masih berstatus pelajar itu dibekuk oleh Tim Buser Sat Reskrim Polres Bengkulu beberapa jam setelah melakukan aksinya.

Informasi dari polisi, pemerkosaan anak di bawah umur ini terjadi pada Rabu lalu (6/5/2020) di Pantai Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Modus dari tersangka mengajak jalan korban yang masih berusia 16 tahun dan baru dikenal ke pantai yang sepi dari pengunjung.

“Korban dan pelaku tidak saling kenal sebelumnya. Mereka hanya ketemu di jalan dan kemudian pelaku mengarahkan korban ke pantai,” kata Kasatreskrim Polres Bengkulu AKP Yusiady, saat pemaparan kasus di Mapolres Bengkulu, Jumat (8/5/2020).

Setibanya di lokasi, satu pelaku telah menunggu. Ketiganya kemudian bersama-sama mencekoki korban dengan miras jenis tuak. Para pelaku juga ikut mengonsumsi miras itu. Korban yang sudah mulai tidak sadarkan diri kemudian diperkosa oleh para pelaku.

Usai melakukan perbuatan bejatnya, ketiga pelaku meninggalkan korban di pantai. Korban ditemukan warga setempat dan selanjutnya dibawa untuk melapor ke Mapolres Bengkulu.

 “Jadi kami dapatkan laporan dari warga, di sana mereka mencekoki korban dengan miras. Setelah korban mulai tidak sadarkan diri, kedua orang pelaku membawa korban ke semak-semak kemudian ditunggu oleh satu orang pelaku di situ,” kata Yusiady.

Yusiady mengatakan, ketiga pelaku memiliki peran masing-masing dalam kejadian tersebut. Satu orang pelaku membekap dan ada yang memegang tangan. Pelaku lainnya membuka celana korban dan memerkosanya.

Dia juga mengatakan, dari hasil visum, korban terbukti mengalami kekerasan seksual. Polisi saat ini masih memburu otak dari kasus ini, yakni S alias A (20), yang berprofesi sebagai nelayan.

Meski kedua pelaku masih di bawah umur, polisi tetap akan menjerat mereka dengan hukuman maksimal. Keduanya terancam dikenakan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun.

sumber: iNews.id

Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!