HETANEWS.COM

Pelaku Pembunuh Pelajar di Areal Kebun Karet Mulai Disidangkan

Saat mayat korban ditemukan dan pelakunya mulai diadili. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com – Korban Canda Prayoga (13) yang berstatus pelajar, ditemukan tak bernyawa oleh Polsek Bangun, di areal kebun karet PTPN III Bangun, pada Rabu, 8 April 2020 lalu dan  sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya, sejak Sabtu (4/4/2020) lalu.

Tanpa menunggu lama, akhirnya polisi dapat menangkap 2 orang pelaku, yaitu, RBP (17) dan MA (18).

Pada Rabu siang tadi (6/5/2020), terdakwa RBP mulai disidangkan, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun secara online dalam sidang tertutup untuk umum.

"Karena pelaku masih dikategorikan anak, maka sidang tertutup untuk umum. Pelaku disidangkan dengan sistem peradilan anak dengan hakim tunggal, Hendrawan Nainggolan,"kata B Banjarnahor, selaku pengacara yang mendampingi RBP.

RBP disidangkan terpisah dengan pelaku lainnya yakni MA. Terdakwa MA akan disidangkan terbuka karena sudah dikategorikan dewasa. Agenda persidangan, siang itu, membacakan dakwaan jaksa Juna Karo-Karo, sekaligus mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Keluarga korban minta pelaku dihukum berat. (foto/ay)

Seperti diberitakan sebelumnya, terungkapnya kasus pembunuhan ini setelah seorang penggembala menemukan mayat Canda Prayoga. Polisi bertindak cepat dan berhasil menangkap pelaku yang nyatanya masih berteman dengan korban.

RBP menjadi otak pembunuhan, karena merencanakan pembunuhan korban, pasca MA bingung untuk menebus sepeda motornya yang sudah digadaikan seharga Rp500 ribu. Lalu RBP mengatakan "kita ambil saja handphone dan sepeda motor si Canda,"kata RBP.

"Aku gak bisa kalau nusuk, tapi kalau mencekik aku bisa,"kata RBP. Lalu MA pun menyetujuinya.

Maka pada Sabtu (4/4/2020) malam, korban yang sudah diundang untuk minum – minum, di rumah MA,  datang bersama beberapa teman lainnya. Lalu pada sekitar pukul 23.40 WIB, MA mengajak korban dengan alasan menemui cewek.

Baca juga: Pelajar SMP Dihabisi karena Pelaku MA Terlilit Hutang

MA bersama korban dan RBP menuju kebun karet, dan di situlah korban dicekik hingga tewas. Para pelaku mengambil cangkul dan menggali tanah yang tak cukup dalam. Korban dalam posisi jongkok, dikubur dengan tanah dan ditutup dedaunan.

Barang curian, berupa HP dijual kepada Khoirul Laksono als Kopral, di Bukit Maraja, seharga Rp850 ribu. Sedangkan sepeda motor korban, dijual para terdakwa bersama Kopral ke Tebing Tinggi.

Sepeda motor korban dijual seharga 1.750.000 kepada Rudi dan uangnya Rp 500 ribu digunakan untuk menebus sepeda motor MA yang digadaikan. Sisanya dibagi dan untuk minum - minum di Bukit Maraja.

Keluarga korban merasa sangat marah tindakan terdakwa dan minta para pelaku dihukum berat. Terdakwa dijerat dengan pasal 181 KUH Pidana Jo pasal 55 (2) ke-1 KUH Pidana Jo UU RI No 11/2012 tentang sistem peradilan pidana anak. 

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Komentar 1

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan