HETANEWS.COM

Berlatih Pakai Masker Dinilai Berisiko Besar Bagi Pesepakbola

Latihan menggunakan masker dinilai tidak ideal.

Inggris, hetanews.com - Dokter Timnas Indonesia Syarif Alwi menilai berlatih sepak bola menggunakan masker di tengah pandemi Covid-19 berisiko besar.

Sebelumnya, Liga Inggris telah mengizinkan klub menggelar latihan dengan menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona. Penggunaan masker saat latihan tersebut masuk dalam protokol latihan selama pandemi corona.

"Logikanya kalau pakai masker lari jadi maksimal enggak? Itu orang-orang yang memaksa olahraga tetap dijalankan di tengah pandemi. Padahal memakai masker tidak menjamin kalau kita tidak akan terpapar," kata dr Syarif Alwi, Rabu (6/5).

Memaksakan berlatih sepak bola menggunakan masker disebut Syarif Alwi lebih banyak menimbulkan dampak negatif. Mulai dari sesak napas sampai masalah jantung.

Berlatih sepak bola menggunakan masker tidak bisa dipaksakan untuk dilakukan. Terlebih intensitas latihan dalam sepak bola cukup tinggi karena banyak berlari.

"Umpamanya latihan menggunakan masker kemudian oksigen yang kita hirup tidak cukup karena terhalang alat seperti masker, tentu membuat oksigen yang diikat hemoglobin berkurang ke jaringan otot, otak, termasuk ke otot jantung," jelasnya.

Menurut Syarif, tidak ada salahnya jika harus menunda latihan sampai kondisi dinyatakan aman dari virus corona. Sehingga latihan berjalan normal tanpa masker dan bisa maksimal bagi kebugaran tubuh pemain itu sendiri.

Yang pasti, seorang atlet memerlukan banyak oksigen ketika berlatih. Oksigen itu disalurkan ke jantung, paru-paru, otot, mata, dan membuat pemain bisa berkonsentrasi.

"Yang bukan atlet saja kalau jalan menggunakan masker jadi sesak. Apalagi atlet yang banyak berlari," tegas Syarif Alwi.

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!