Simalungun, hetanews.com - Data warga penerima Bantuan Langsung Tunani (BLT) di Kabupaten Simalungun dianggap tidak tepat sasaran dan membuat bingung para perangkat desa maupun kelurahan, Selasa (5/5/2020).

Masalahnya, data warga penerima bantuan dari pemerintah itu, tidak sesuai dengan data para perangkat desa maupun kelurahan yang sudah berupaya semaksimal mungkin, dalam mendata, serta memilah data warganya, terkait layak tidaknya mendapatkan bantuan tersebut, khususnya bagi masyarakat yang terkena dampak Covid - 19.

Apalagi, perangkat desa telah memilah data warga yang sudah terdaftar, sebagai penerima bantuan PKH atau  BPNT.

Hal itu diungkapkan sejumlah  para pangulu di Kabupaten Simalungun, kepada awak media ini yang menyebutkan, bahwa data warga yang dikirim perangkat desa atau kelurahan tidak sesuai dengan data yang dikirimkan pihak Dians Sosial Simalungun kepada Dinas Sosial Pusat.

Padahal, pendataan ulang yang dilakukan perangkat desa tersebut, tadinya telah seuai hasil seleksi, sehingga benar - benar layak menerima bantuan Pemerintah, sebagai warga yang terdampak  Covid – 19, di wilayah Kabupaten Simalungun.

Namun apa yang dikerjakan perangkat desa atau pangulu jadi sia – sia atau nihil hasilnya. Sebab data penerima bantuan yang diberikan pihak Dinsos Pusat sangat jauh berbeda, bak api jauh  dari panggang. 

Data yang dikeluarkan pihak Dinas Sosial Pusat diduga data hasil copy paste. Hal itu diperkuat dengan adanya data warga yang diketahui belasan tahun lalu telah meninggal dunia, namun namanya masih tercantum sebagai penerima bantuan BLT dari Pemerintah Pusat, melalui Dinas Sosial Pusat maupun Dinsos tingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kota.