HETANEWS.COM

Warga Gang Demak Dirapid Test Pasca Terpaparnya Pedagang Mie Keliling

Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTP2) Covid-19 Kota Siantar, bersama Tim Medis dari Dinas Kesehatan setempat, melakukan rapid test massal terhadap warga Gang Demak, Jalan Singosari, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Senin (4/5/2020).

Siantar, hetanews.com - Pemko Siantar melalui Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTP2) Covid-19 Kota Siantar, bersama Tim Medis dari Dinas Kesehatan setempat, melakukan rapid test massal terhadap warga Gang Demak, Jalan Singosari, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Senin (4/5/2020).

GTP2 Covid-19 dan Tim Medis Dinas Kesehatan, persiapkan 100 hingga 150 alat rapid tes untuk warga Gang Demak. “Ada 100 sampai 150 alat rapid tes tes yang disiapkan,” ucap Juru Bicara (Jubir) GTP2 Covid-19 Kota Siantar, Daniel Siregar.

Dari hasil rapid tes massal itu, GTP2 Covid-19 Kota Siantar akan mengambil langkah penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid - 19.

“Kita lihat hasil rapid tesnya dulu. Kemudian diambil langkah, apakah isolasi (lingkungan) atau langkah lain yang akan dilakukan,” ungkapnya. Sedangkan penyemprotan disinfektan sudah dilakukan GTP2 bersama pihak Kecamatan Siantar Utara dan Kelurahan Martoba, ujarnya.

Bagi masyarakat di luar Gang Demak, terutama yang pernah kontak erat dengan pasien positif asal Gang Demak, agar segera melapor dan menyampaikan informasi yang sejujurnya kepada pihak gugus tugas, pihak kecamatan maupun kepada pihak kelurahan, tegas Daniel.

Daniel juga mengingatkan kepada pembeli mie maupun pecal dari pasien positif Covid-19, agar segera melapor. Katanya, saat ini petugas kelurahan dan kecamatan yang dilintasi pasien positif tersebut sedang melakukan upaya tracking. Untuk itu warga diharapkan membantu dan secara jujur memberikan informasi kepada petugas.

Begitu juga dengan PT STTC, pihak Kelurahan Siopat Suhu dan Kecamatan Siantar Timur, kata Daniel, sedang berkordinasi dengan pihak PT STTC. Karena memungkinkan, banyak karyawan PT STTC sebagai pembeli mie atau pecal dari pasien positif. Pasalnya, pasien positif tersebut sering mangkal (bejualan mie dan pecal) di depan pabrik PT STTC, Jalan Pdt Justin Sihombing.

Dijelaskan Daniel, pasien positif asal Kelurahan Martoba itu, kondisi fisiknya saat ini terlihat sehat. Karena sesak nafasnya sudah berkurang drastis. Malah pasien sudah minta pulang. Namun hal itu tidak mungkin dilakukan, sebelum ia dinyatakan sembuh. Kondisi kesehatannya diketahui, karena setiap hari, ada petugas yang berkordinasi dengan pihak RSUP Adam Malik, tempat pasien dirawat (isolasi).

Disampaikan juga oleh Daniel, sampel (specimen) dari tenggorokan pasien tersebut diambil pihak RSUP Adam Malik untuk tes swab dengan metode PCR pada 26 April 2020. Dan hasilnya positif Covid-19 disampaikan pada 2 Mei 2020, malam ke Dinas Kesehatan Kota Siantar. “Sampelnya diambil pada 26 April (2020), pada saat swab tes tenggorokan massal. Hasilnya keluar 2 Mei (2020),” sebutnya.

Diinformasikan Daniel, selain warga Gang Demak, rapid test ulang juga akan dilakukan terhadap 19 petugas medis Puskesmas Singosari. Sedangkan terhadap petugas medis (Rumah Sakit) RS Tiara, dilakukan pihak rumah sakit itu sendiri, ungkap Daniel.

Penulis: ay. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!