HETANEWS.COM

Penjelasan Kadis Kesehatan Sumut Mengenai Permasalahan Tim Medis di RS GL Tobing

Tim medis di RS GL Tobing PTPN II mogok kerja

Tanjung morawa, hetanews.com - Sempat beredar kabar mengejutkan dari tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit GL Tobing PTPN II Tanjung Morawa.

Dari informasi yang beredar di media sosial, para tenaga medis yang bertugas di RS GL Tobing dipaksa keluar dari tempat mereka menginap di Hotel Travel Hub dekat Bandara Kualanamu.

Kemudian ada juga tenaga medis yang diberhentikan sepihak, Sabtu (2/5) siang. Bahkan parahnya mereka belum menerima gaji selama bertugas menangani pasien Covid-19.

Kabar ini viral setelah pemilik akun Joniar Nainggolan membuat status di Facebook terkait persoalan ini.

"Berita hari ini 02 Mei 2020, Dokter, Perawat, Medis COVID-19 RS GL TOBING MEDAN Dipaksa keluar dari tempat penginapan HOTEL TRAVEL HUB Kualanamu jam 12 siang. Sampe hari ini telah bekerja 1 Bulan lebih belum menerima gaji. Mohon Bapak Jokowidodo sebagai Presiden RI menindak lanjuti laporan ini. NB: Mohon berita ini diteruskan ke semua media (saya bertanggungjawab atas isi berita)," tulisnya.

Dalam live Facebook-nya, Joniar juga mendatangi hotel tersebut dan merekam barang-barang milik tenaga medis yang sudah berada di luar kamar.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahit Hasibuan, membenarkan kabar tenaga medis di RS GL Tobing harus keluar dari hotel karena pihaknya kekurangan anggaran. Namun mengenai PHK, Alwi membantahnya.

Menurut Alwi kondisi ini terjadi setelah pihaknya dan tenaga medis tidak menemui kata sepakat.

Dalam kesepakatan awal, sambungnya, para tenaga medis akan menempati satu kamar untuk satu orang. Namun karena anggaran tidak mencukupi, Dinas Kesehatan Sumut meminta agar satu kamar ditempati dua orang.

"Karena budget sudah over, jadi persoalan. Halus sekali pun saya mintanya. Saya minta mereka dua orang satu kamar. Mereka memaksa satu kamar satu orang. Dengan alasan saat perjanjian awal satu kamar satu orang, betul disampaikan saat awal satu kamar satu orang. Ternyata budgetnya begitu tinggi, tidak mampu kita," kata Alwi, Minggu (3/5).

Alwi menuturkan selama sebulan tim medis diinapkan di hotel tersebut, anggaran yang dihabiskan hampir mencapai Rp 1 miliar.

"Dua minggu pertama Rp 400-an juta, dua minggu terakhir Rp 500-an juta. Hampir satu miliar untuk hotel saja, itu di luar transportasi dan gaji," ucapnya.

Alwi mengakui bahwa anggaran penanganan Covid-19 di Sumut kurang.

"Anggaran kurang, kita tidak tahu berapa lama pandemi corona. Artinya kalau mereka mau dua kamar satu orang, selesai masalahnya. Sayakan bisa menghemat separuh itu. Mereka tidak mau, artinya kita tidak sanggup, mereka tidak mau bantu kita lagi, silahkanlah memilih. Memilihlah orang itu semua, dituliskan nama mereka satu persatu, berarti silahkan mereka keluar," jelasnya.

Alwi juga membantah adanya PHK terhadap para medis tersebut.

"Kalau mereka bilang di-PHK, enggak ada cerita PHK di sini, orang itu melakukan pembohongan publik. Kita paham (pejuangan mereka), kita tidur-tidur di posko juga bukan mudah. Enggak ada niat yang enggak-enggak. Kecuali saya berikan tempat yang enggak layak, ini layak,, mereka katanya berjuang, bukan pejuang begitu namanya," sesalnya.

Terkait gaji selama sebulan bekerja, Alwi membenarkan belum dibayarkan.

"Senin akan kita selesaikan itu, enggak mau kita mendzolimi orang," tegasnya.

"Makanya kita pindahkan pasien ke RS Martha Friska, kan itu rumah sakit kita juga. Dipindahkan (pasien) tadi. RS GL Tobing tidak ditutup, kita rekrut lagi orang yang berkomitmen," tukas Alwi.

Sumber: analisadaily.com 

Editor: Suci Damanik.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan