Sergai, hetanews.com - Penanaman bibit memang sangat berhubungan kuat dan intens dengan iklim maupun cuaca. Apabila cuaca extrim atau musim kemarau, disinilah perlu kepiawaian dan orang yang sabar dalam merawat tanaman itu.

Seperti halnya di Afdeling VII PTPN III Gunung Pamela yang dipimpin asisten muda M Qodri yang saat ini sedang merawat TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) kelapa sawit.

Diketahui, walaupun sempat terjadi iklim cuaca yang ekstrim, namun TBM terlihat tumbuh dan subur.

"Kendala yang kami hadapi saat penanaman (TBM) adalah cuaca yang ekstrim atau cuaca kemarau," ucapnya, diruang kerjanya, kepada hetanews.com, Sabtu (2/5/2020).

Harapan saya, masyarakat dapat bekerja sama dengan perkebunan dalam menjaga ternak ternaknya agar tidak masuk ke areal TBM. Karena ketika TBM kelak menjadi TM (tanaman menghasilkan) dapat juga menjadi peluang rezeki bagi masyarakat, ujarnya berharap.

Seperti sebuah tradisi, pihak PTPN III selalu mengadakan sistem tutup tanam, dimana tanaman tersebut saat usia sudah sekitar 1 bulan tanam.