HETANEWS

Ridwan Kamil Berharap PSBB Jabar Tekan Pergerakan Jadi 30%

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di command center penanganan virus corona Pemprov Jabar.

Jabar, hetanews.com - Provinsi Jawa Barat segera menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus corona di semua wilayah kabupaten/kota. PSBB tingkat provinsi itu akan dimulai dari tanggal 6 hingga 19 Mei.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan PSBB tingkat provinsi dapat menekan pergerakan masyarakat lebih maksimal. Diharapkan, dengan PSBB pergerakan menjadi hanya 30 persen.

“Pergerakan masyarakat selama PSBB masih mendekati 50 persen, walaupun idealnya menurut teori kita sedang menuju 30 persen. Jadi kalau kalau PSBB di (seluruh wilayah) Jawa Barat, ini bisa menjaga pergerakan sampai hanya 30 persen, itu lebih efektif,” ungkap Ridwan Kamil dalam keterangannya, Sabtu (30/5).

Selama ini sudah ada 10 daerah di Jabar yang menerapkan PSBB, yakni Bodebek dan Bandung Raya. Dengan adanya PSBB tingkat provinsi, maka 17 daerah lainnya akan menyusul.

Penerapan PSBB di Bandung
Petugas gabungan mengatur lalu lintas kendaraan dari luar kota saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat

Ridwan Kamil menyakini penurunan pergerakan masyarakat akan berdampak dengan penurunan tingkat penyebaran corona di Jabar. Dengan begitu, Jabar bisa segera keluar dari situasi pandemi corona.

“Dari hasil kajian, ternyata Bodebek dan Bandung Raya yang sebelum PSBB, kecepatan persebaran virusnya adalah tinggi. Sekarang menjadi sedang (setelah PSBB),” ungkap RK.

“Sebaliknya kota atau kabupaten yang tidak PSBB, itu sekarang naik kecepatan persebaran virusnya,” tuturnya lagi.

Terkait bentuk pembatasan selama masa PSBB, Ridwan Kamil memberikan diskresi terkait pembatasan pergerakan kepada 27 bupati dan wali kota. Langkah itu diambil karena Ridwan Kamil menyadari karakteristik setiap daerah tak sama.

Namun, ia meminta agar pembatasan itu bisa membatasi pergerakan masyarakat tidak melebihi 30 persen demi mencegah penyebaran virus corona.

"Pada saat PSBB maksimal ini, diskresi akan diberikan pada bupati-wali kota yang akan mengecualikan kegiatan-kegiatan. Karena setelah kami kaji, pengecualian kegiatan-kegiatan ini tidak bisa dipersamakan," kata RK.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.