Medan, hetanews.com - Maliana atau akrab disapa dr. Ana merupakan Pasien Dengan Pengawasan (PDP) 04 asal Sumatera Utara yang menjadi pasien sembuh pertama di provinsi ini.

Setelah isolasi selama 20 hari (24 Maret - 4 April 2020) di RSUP Adam Malik, dia dinyatakan sembuh oleh tim dokter pada 30 April 2020 dan menceritakan kisah kesembuhannya.

Ana di Medan, Jumat (1/5/2020), menjelaskan, dia tertular COVID-19 usai dua kali melakukan perjalanan ke Jakarta. Kedua perjalanannya tersebut bertujuan untuk memperdalam pengetahuan penanganan COVID-19.

Pertama dr. Ana yang merupakan Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Medis Rawat Inap RSUP Haji Adam Malik bertugas ke Jakarta pada 4-7 Maret 2020 untuk mengikuti workshop Kemenkes terkait COVID-19, dan kemudian 11 hingga 13 Maret 2020 untuk studi banding ke Kemenkes terkait ruang isolasi di RS Adam Malik.

Namun ia baru merasakan gejalanya pada 15 Maret setelah berada di Medan dan gejalanya saat itu hanya batuk dan flu, tanpa demam dan sesak.

Pada Minggu, 15 Maret 2020, Ana masih sempat bekerja ke RS Adam Malik dan kontak dengan beberapa orang, namun pada saat itu dia sudah menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

Besoknya dia merasakan lemas dan memutuskan isolasi mandiri di rumah. "Minggu itu saya masih sempat ke kantor, tetapi untungnya saya memakai masker dan menjaga jarak.

Senin badan saya terasa lemas dan Selasa gejalanya berkurang, hanya tinggal batuk saja. Saya kemudian di tes swab oleh tim medis RS Adam Malik dan tanggal 24 hasilnya keluar, saya positif,” terang dr. Ana.

Dr. Ana mengaku terkejut dengan hasil tesnya, dia juga merasa sedih dan cemas karena belum tahu seperti apa efek virus baru ini ke tubuhnya.

"Kaget, sedih dan cemas memikirkan bagaimana dengan keluarga-keluarga saya yang sudah kontak dengan saya. Tetapi, saat itu saya yakinkan saya pasti sembuh. Dan dengan dukungan teman-teman, keluarga saya dan tentu mendekatkan diri kepada Allah saya semakin yakin,” tambah  Ana.

Ana dan timnya merupakan orang-orang yang mempersiapkan fasilitas-fasilitas untuk penanganan COVID-19 di RS Adam Malik. Itu membuat Ana merasakan sendiri fasilitas-fasilitas perawatan yang dia siapkan bersama timnya.

Ana mengaku pengalaman selama isolasi ini malah menjadi penguatan untuk penanganan COVID-19 dan masukan kepada Direksi Rumah Sakit.

Ana dan timnya merupakan orang-orang yang mempersiapkan fasilitas-fasilitas untuk penanganan COVID-19 di RS Adam Malik. Itu membuat Ana merasakan sendiri fasilitas-fasilitas perawatan yang dia siapkan bersama timnya. Ana mengaku pengalaman selama isolasi ini malah menjadi penguatan untuk penanganan COVID-19 dan masukan kepada Direksi Rumah Sakit.

Sumber: sumut.antaranews.com