Simalungun, hetanews.com - Jumlah warga atau pasien yang positif terjangkit virus corona (Covid - 19), bertambah menjadi 3 orang di Kabupaten Simalungun.

Ketiga pasien tersebut, dinyatakan positif virus corona, berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang telah dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 Kabupaten Simalungun.

Hal itu berdasarkan data terkini yang disampaikan oleh Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 Kabupaten Simalungun, pada Jumat (1/5/2020), sekitar pukul 09:30 WIB.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang telah mengalami kesembuhan, terdapat 10 orang. Sedangkan sedangkan PDP yang masih menjalani perawatan medis sebanyak 21 orang dan warga Orang Dalam Pemantauan (ODP), kini berjumlah 30 orang.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 Kabupaten Simalungun, Dr JR Saragih, di didampingi Sekda, Mixnon Andreas Simamora, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori, Sarimuda Purba, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Lydia Saragih dan Humas, Akmal H Siregar menyampaikan, pihaknya telah melakukan isolasi terhadap NG (58), seorang wanita, warga Huta Sidodadi, Kecamatan Tanah Jawa, di RSUD Perdagangan.

Masih dikatakan JR, pihaknya telah melakukan isolasi mandiri terhadap 358 warga yang ada di dusun tersebut, dan pemerintah akan mendistribusikan kebutuhan sembako, vitamin, dan kebutuhan lainnya selama masa isolasi. Hal ini merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penularan Covid - 19, tegasnya.

Ia juga menambahkan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri.

"Dilakukan isolasi mandiri terhadap 358 warga dusun dan Pemkab Simalungun akan mendistribusikan kebutuhan sembako, vitamin dan lain-lainnya selama masa isolasi 14 hari,"ujar JR.

Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Akmal H Siregar menambahkan, pasien asal Kecamatan Tanah Jawa yang dinyatakan positif Covid – 19, hasil pemeriksaan swab memiliki riwayat perjalanan ke Medan dan kemudian pulang ke kampong, mengalami gangguan kesehatan dan dirawat di salah satu rumah sakit di Pematangsiantar.

"Setelah dirawat di salah satu rumah sakit di Pematangsiantar dirujuk ke RSUD Perdagangan sebagai rumah sakit rujukan perawatan Covid - 19,"ujar Akmal.