HETANEWS.COM

Pengamat: Jalur Masuk ke Medan Ditutup, Waspada Harga Pangan

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin

Medan, hetanews.com - Harga bawang merah yang ada di pasar tradisional saat ini mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 55.000/Kg. Kenaikan harga bawang merah dipicu minimnya pasokan dari Pulau Jawa.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin menilai, minimnya stok bawang dikarenakan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait pandemi COVID-19 di wilayah Jawa, yang membuat jalur distribusi bawang merah mengalami gangguan.

“Kekuatiran kita selanjutnya adalah jika nantinya pemberlakukan PSBB meluas dan membuat jalur ditribusi kembali mengalami hambatan,” kata Gunawan, Selasa (28/4).

Disebutkannya, untuk wilayah Medan dan sekitarnya sudah dimulai dilakukan pembatasan jalur masuk ke Ibu Kota Provinsi Sumut, mulai dari jalur Tanjug Morawa ke Medan, Berastagi ke Medan, dan Binjai ke Medan.

“Tiga ruas jalan tersebut jelas menjadi pintu keluar masuk barang-barang kebutuhan pokok masyarakat Medan,” ujarnya.

Menurut Gunawan, pembatasan yang dilakukan sangat potensial memicu terjadinya kenaikan harga, terlebih jika ada pembatasan keluar masuk transportasi barang. Selain itu, PSBB juga akan memicu masyarakat untuk lebih banyak keluar dari wilayah Medan.

“Yang nantinya akan membuat kebutuhan pangan di Medan dan sekitarnya menurun,” sebutnya.

Lantas bagaimana dengan pembentukan harga nantinya? Diungkapkan Gunawan, ada tiga skenario yang mungkin terjadi seiring dengan pembatasan tersebut. Pertama, seandainya berasumsi arus keluar masuk barang tetap lancar, maka potensi penurunan harga barang akan kembali terjadi.

“Terlebih masyarakat Medan yang jumlahnya akan semakin sedikit, karena banyak yang pulang kampung,” terangnya.

Kedua, skenario pedagang besar lebih memilih untuk tidak berjualan. Dalam konteks ini, misalkan sejumlah distributor menutup sementara lapaknya. Dikarenakan penjualan menurun, dalam skenario ini potensi penurunan harga tetap terjadi.

“Besar kemungkinan harga akan bergerak stabil dengan kecenderungan menurun,” ucapnya.

Ketiga, arus keluar masuk barang ditutup sama sekali. Dalam konteks ini harga berpeluang naik. Namun jika skenario ini berjalan, masyarakat akan mendapatkan banyak bantuan untuk memenuhi kebutuhannya.

“Namun, saya tidak yakin scenario ketiga ini yang akan dijalankan nantinya,” sebut Gunawan.

Gunawan menggarisbawahi, tidak semua komoditas akan bergerak sama. Bawang merah yang banyak bergantung dari wilayah lain berpeluang tersendat dan harga bertahan mahal. Bawang putih akan sangat bergantung dari ketersediaan impor.

“Gula pasir saya perkirakan akan normal karena kita masuk musim giling. Selebihnya semua harga akan masuk dalam skenario yang saya sebutkan tadi,” terangnya.

Gunawan berpandangan, semuanya berpotensi untuk bergerak stabil atau bahkan mengalami penurunan. Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah bisa lebih berhati hati lagi dalam menerapkan kebijakan karantina wilayah.

“Yang penting setiap daerah, bukan hanya Sumut, kebijakannya sama, yakni tetap memberikan keleluasaan buat arus lalu lintas barang dan jasa,” tandasnya.

Sumber: 

Editor: suci.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!