HETANEWS.COM

Corona Tembus 3 Juta Kasus, WHO Perkirakan Masih Jauh dari Akhir Pandemi

Ini alasan WHO kenapa pandemi Corona di dunia tak berakhir dalam waktu dekat.

Aftika, hetanews.com - Saat beberapa negara mulai melonggarkan lockdown di tengah pandemi Corona. Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan kembali pandemi Corona di dunia masih jauh dari kata 'berakhir'.

Menurutnya, WHO akan terus memantau peningkatan kasus Corona di Afrika, Eropa timur Amerika Latin, dan beberapa negara Asia. Ia pun mengatakan WHO akan terus memberi dukungan peningkatan kapasitas pengetesan dan penyediaan alat pelindung diri (APD) ke Afrika, Asia, dan negara-negara lain di dunia.

"Pandemi ini masih jauh dari berakhir. Beberapa negara, kasus dan angka kematiannya tidak dilaporkan karena kapasitas pengujian yang rendah," ujarnya dalam konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa.

Selain itu, ia pun mengajak setiap negara untuk sama-sama membangun solidaritas. Solidaritas dinilai sebagai kunci agar pandemi Corona bisa segera berakhir.

"Virus ini tidak akan bisa dikalahkan jika kita tidak bersatu. Solidaritas, solidaritas, solidaritas. Kami akan mengatakan itu setiap hari," ujarnya.

Hal ini berkaitan dengan kemungkinan adanya gelombang kedua Corona. WHO pun sebelumnya memastikan bahwa pasien Corona sembuh belum bisa dikatakan 'kebal'.

Hingga saat ini, berdasarkan laporan data dari worldometers pada Selasa (27/4/2020), kasus positif Corona sudah tembus 3 juta yaitu 3.060.189, sementara kasus kematian Corona di seluruh dunia 211.235 orang, kasus sembuh sebanyak 919.812.

sumber: detik.com

Editor: sella.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!