HETANEWS.COM
CITIZEN JOURNALISM

Resiko Penyebaran Covid19 Terhadap Kesehatan Masyarakat Di Sumut

Dessy Imelda Nirmasari Siregar

Oleh Dessy Imelda Nirmasari Siregar

Corona virus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa coronavirus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Virus corona yang paling baru ditemukan menyebabkan penyakit corona virus COVID-19 atau Sars-CoV-2. Corona virus COVID-19 merupakan jenis penyakit baru yang belum pernah diindentifikasi pada manusia. Menurut WHO, 2020 Tanda dan gejala umum dari infeksi corona virus COVID-19 seperti deman, batuk, dan sesak napas.

Selain itu, dapat disertai dengan sesak memberat, fatique, gejala gastrointestinal seperti diare dan gejala gangguan pernafasan lainnya.

Masa inkubasi dari corona virus COVID-19 kedalam tubuh rata rata 5-6 hari dan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran antar negara.

Pada tanggal 2 Maret 2020, Indonesia melaporkan kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 2 kasus. Sampai dengan tanggal 25 Maret 2020, Indonesia sudah melaporkan 790 kasus konfirmasi COVID-19 dari 24 Provinsi, termasuk Sumatera Utara.

Berdasarkan data harian COVID-19 provinsi Sumatera Utara, pada tanggal 21 Maret Sumatera Utara mengkonfirmasi sebayak 2 kasus COVID- 19. Kemudian terjadi peningkatan kasus COVID-19 setiap hari-nya. Pada tanggal 27 April sudah 111 kasus yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 di Sumatera Utara.

Siklus Hidup COVID-19

Coronavirus memperbanyak diri melalui sel host nya. Coronavirus menempel dan masuk kedalam sel host yang diperantai oleh protein S yang berada dipermukaan virus.

Yang dimana protein S berikatan dengan reseptor di sel host, enzyme ACE-2. Setelah masuk selanjutnya terjadi translasi replica gen dari RNA genom virus. Kemudian replikasi dan transkripsi, yang mana sintesis RNA melalui translasi dan perakitan kompleks replikasi virus.

Setelah terjadi transmisi, virus masuk kesaluran pernafasan dan bereplikasi di sel epitel saluran pernafasan atas. Kemudian, menyebar ke saluran pernafasan bawah (Fehr,2015) PENYEBARAN CORONA VIRUS COVID-19 Berdasarkan Kementrian Kesehatan RI (2020), COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara.

Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19. Sehingga untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air bersih, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapapun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat Sumatera utara terhadap pencegahan corona virus COVID-19 menjadi salah satu faktor tingginya penyebaran corona virus COVID-19 di Sumatera Utara.

Banyak masyarakat yang masih menyepelekan kasus corona virus COVID-19 sehingga melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah Sumatera Utara. Serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Penanggulangan Penyebaran COVID-19

Berdasarkan Kementrian Kesehatan RI (2020) bahwa COVID-19 ditularkan melalui kontak dekat dan droplet, bukan melalui transmisi udara. Orang-orang yang paling berisiko terinfeksi adalah mereka yang berhubungan dekat dengan pasien COVID-19 atau yang merawat pasien COVID-19.

 Tindakan pencegahan dan mitigasi merupakan kunci penerapan di pelayanan kesehatan dan masyarakat. Langkah-langkah pencegahan yang paling efektif di masyarakat meliputi:

Melakukan kebersihan tangan menggunakan handsanitizer jika tangan tidak terlihat kotor atau cuci tangan dengan sabun jika tangan terlihat kotor; Menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut;

Terapkan etika batuk atau bersin dengan menutup hidung dan mulut dengan lengan atas bagian dalam atau tisu, lalu buanglah tisu ke tempat sampah;

Pakailah masker medis jika memiliki gejala pernapasan dan melakukan kebersihan tangan setelah membuang masker; Menjaga jarak (minimal 1 meter) dari orang yang mengalami gejala gangguan pernapasan.

Penulis Studi di Fakultas Bioteknologi Prodi Biologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Penulis: Dessy imelda Nirmasari. Editor: edo.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!