HETANEWS

PSBB Sampai Awal Juni 2020? Pengusaha Mulai Teriak dan Menangis

Ilustrasi dunia usaha dan aktivitas di Jakarta yang sepi dan mulai kembang kempis karena PSBB dan virus corona. Foto: Pixabay/yanuar_wijaya

Hetanews.com - Pengusaha di DKI Jakarta sudah semakin resah sejak keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga akhir Mei 2020 mendatang.

Pasalnya, mereka terpaksa harus menunggu waktu lagi untuk memulihkan bisnis mereka, yang kondisinya saat ini sudah tidak bergerak lagi. Bahkan, sebagian pengusaha berpendapat, nasib mereka kedepan akan sangat tergantung dari seberapa cepat pemerintah menyelesaikan permasalahan Covid-19 ini.

Sebab, salah satu modal besar aktivitas perekomian adalah pergerakan manusia. Semakin leluasa pergerakan manusia maka disana semakin meningkatkan berbagai transaksi bisnis. 

"Perpanjangan PSBB hampir sebulan akan semakin menghentikan aktivitas bisnis, tentu pelaku usaha semakin terpuruk dan mengalami ketidakpastian. Resiko besar itu harus kita hadapi untuk secepatnya mematikan mata rantai penyebaran virus Covid 19, sehingga tidak berkepanjangan dan segera berakhir.

Dalam perjalanan waktu ini tentu pengusaha hannya bisa bertahan,jika memiliki kemampuan," demikian disampaikan Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Prov.DKI Jakarta, Sarman Simanjorang kepadaIndozone, saat dihubungi pada Minggu (26/4/2020). 

Sarman menggambarkan, sebagai kota jasa, semakin lama PSBB di Jakarta, maka semakin banyak dunia usaha yang tumbang dan menutup operasional usahanya.

Menurutnya, PHK dan merumahkan karyawan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, dan itu sudah terjadi sebulan terakhir  ini. Bahkan baru-baru ini, sekelas KFC saja sudah mulai melakukan PHK dan merumahkan 450 karyawannya. "Dan dari hari ke hari berpotensi akan naik dan bertambah," tuturnya. 

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Prov.DKI Jakarta, Sarman Simanjorang.
Foto: Dok Pribadi

Sarman mengatakan, data dari Kementerian Tenaga Kerja menyebutkan, sudah sekitar 2 juta pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan. Dalam kondisi seperti ini, pelan-pelan akan banyak pengusaha yang tumbang. Kemampuan dunia usaha akan tergantung dari chasflownya dan sektor usahanya. Sementara itu, sektor korporasi, jasa dan perdagangan, disebut Sarman sangat rentan untuk tidak mampu bertahan. 

"Seberapa kuat daya tahan pengusaha, yang jelas pada posisi mengkawatirkam dan galau tingkat tinggi. Karena saat ini saja sudah banyak yang tutup, jika dua atau tiga bulan kedepan Covid-19 ini belum ada tanda-tanda akan berakhir, tentu akan lebih banyak yang tumbang," tuturnya. 

"Kami berharap agar tujuan PSBB ini berhasil dengan dukungan dan partisipasi penuh dari seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha, sehingga badai corona ini cepat berlalu," sambungnya. 

Sumber: indozone.id

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.