HETANEWS.COM

Pemangku Adat Kerajaan Negeri Padang Tebintinggi Alami Penghinaan di Medsos

Tebingtinggi, hetanews.com- Salah seorang pemangku adat Kerajaan Negeri Padang Tebingtinggi Juanda gelar Datuk Bentara Negeri Padang, mengadu ke Mapolres Tebingtinggi, terkait penghinaan yang terjadi di media sosial (medsos) Facebook. Penghinaan itu dilakukan seorang warga, berinisial T. SGEP alias ISH, warga Jalan Pala, Link. 01, Kel. Bandar Utama, Kec. T.Tinggi Kota.

Pengaduan itu disampaikan ke Mapolres Tebingtinggi, Jum’at (17/4), yang selanjutnya menerima pengaduan itu. Mapolres Tebingtinggi kemudian mengeluarkan surat tanda penerimaan laporan (STPL) No. STPL./160/IV/2015/SPKT.TT tanggal 17 April 2015 ditanda tangani KSPK C, N. Sembiring.

Dalam surat itu, disebutkan pelapor adalah Juanda, 39 tahun, beralamat di Jalan Pala Lk. 03, Kel. Bandar Utama, Kec. T.Tinggi. Melaporkan, telah terjadi tindak pidana pencemaran nama baik/penghinaan yang melanggar UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 310 ayat (1) KUH Pidana. Sedangkan terlapor adalah T.SGEP.

Menurut Juanda, pencemaran nama baik/penghinaan yang dilakukan terlapor, terjadi pada tanggal 12 Februari 2015 di media sosial Facebook. Diterangkan, ada dua kalimat berbentuk penghinaan yang dilakukan terlapor, saat menjawab pertanyaan salah seorang facebooker. Yakni kalimat ‘ibarat kacang dalam taik’.

Kemudian , terlapor ISH, menyebutkan pula gelar ‘datuk’ yang diperoleh pelapor berasal dari ‘warung bubur’. “Hingga kini tulisan itu tidak dihapus dan mungkin sudah dibaca puluhan ribu orang. Saya merasa itu penghinaan dan pelanggaran UU,” ujar Juanda, Minggu (19/4), di kediamannya. Pelanggaran yang dilakukan, tambah dia, adalah Pasal 36 dan 45 serta Pasal 51 ayat (2) UU ITE.

Ditegaskan Juanda, kata ‘warung bubur’ itu merujuk pada sebuah lokalisasi pelacuran di Km 13, Jalinsum Tebingtinggi-Siantar, Desa Naga Kesiangan, Kec. T.Tinggi, Kab. Serdang Bedagai. “Saya diberi gelar datuk secara adat Melayu oleh Pemangku Adat Negeri Padang sebagai gelar kehormatan. Kalau kemudian gelar itu dihina, sudah jelas kehormatan pribadi saya yang dihina,” tegas dia.

Ditambahkan, gelar datuk yang diperolehnya berdasarkan Surat Ceri Mahraja Bongsu Kerajaan Negeri Padang tanggal 30 November 2014 yang ditanda tangani Tengku Nurdinsyah Al Haj. Juanda mendapat gelar ‘Datu Bentara Negeri Padang’.

Pemberian gelar itu, dilanjutkan dengan penabalan secara adat bertempat di lapangan Merdeka kota Tebingtinggi, dihadiri sejumlah sultan dan pembesar dari berbagai kesultanan Sumatera Utara, salah satunya Raja Muda Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Al Haj serta Wali Kota Tebingtinggin Ir.H. Umar Z. Hasibuan, MM dan unsur pimpinan daerah lainnya. 

Penulis: tim. Editor: ebp.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!