HETANEWS.COM

Pernyataan Lengkap Gubernur Anies soal Perpanjangan PSBB Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengumumkan PSBB di DKI Jakarta. (Dok. Pemprov DKI)

Jakarta, hetanews.com - Pemprov DKI Jakarta resmi memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini dikarenakan masih banyaknya penyebaran Corona (COVID-19) di Jakarta.

"Dan dengan kondisi itulah, maka Pemprov DKI Jakarta dengan mendengar pandangan para ahli di bidang penyakit menular, dan juga diskusi yang dilakukan Dinas Kesehatan. Maka kami memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB, diperpanjang 28 hari. Artinya, PSBB kedua ini dimulai tanggal 24 April sampai dengan 22 Mei 2020," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat konferensi pers di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (22/4/2020).

Anies mengatakan PSBB gelombang kedua ini akan dimulai 24 April hingga 22 Mei 2020. Anies menyebut dalam PSBB gelombang dua ini Pemprov DKI dan aparat keamanan TNI-Polri akan memberlakukan sanksi bagi pelanggar PSBB, masyarakat tidak lagi diberi imbauan dan edukasi melainkan sanksi tegas.

"Sekarang adalah fase penegakan. Karena itu, di hari-hari ke depan semua yang melanggar tidak akan diberi peringatan lagi, tapi akan langsung ditindak. Dan itu artinya kami imbau semua jangan sampai ditindak. Kerjakan yang menjadi kewajiban selama PSBB ini dengan sebaik-baiknya," tegas Anies.

Berikut pernyataan Anies lengkap dan tanya jawab dalam konferensi pers perpanjangan PSBB Jakarta:

Assalamualaikum Warrahmatulahi Wabarakatuh

Selamat malam, dan salam sejahtera untuk semuanya.

Dalam kesempatan ini, saya bersama Pak Wakil Gubernur ingin menyampaikan update terkait rencana PSBB yang sudah berjalan 2 minggu dan akan berakhir pada besok malam. Pertama, saya ingin sampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat rakyat Jakarta dan pihak-pihak yang sudah menjalankan PSBB sesuai dengan ketentuan. Data yang kita miliki menunjukkan bahwa pergerakan kasus positif COVID ini masih terus bertambah dan kecepatannya relatif tetap dan memang di berbagai belahan dunia yang mengalami masalah yang sama semua membutuhkan waktu untuk ini bisa selesai. Tapi juga di sisi lain, di Pemprov DKI kita punya data pemakaman dengan protap COVID-19 yang dalam beberapa akhir ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Biasanya selama minggu -minggu sebelumnya bisa 50 bahkan lebih 50 per hari.

Dalam beberapa hari terakhir ini, dikisaran 30-an sampai 40-an bahkan pernah di 29 dua hari berturut-turut. Apakah ini perlambatan sementara, apakah ini tren permanen, nanti akan kita terus pantau, mudah-mudahan ini tren permanen artinya sudah mulai turun. Nah, selama 2 minggu ini juga masih banyak masyarakat yang tdak melakukan ketidaktaatan peraturan, perusahaan yang masih beroperasi, kerumunan masa, karena itulah saya ingin sampaikan semuanya.
Bila kita ingin agar pandemi ini cepat selesai, maka semua harus sepakat, harus kompak untuk disiplin melaksanakannya. Semakin kita disiplin untuk berada di rumah mengurangi aktivitas di luar. Maka semakin dikit interaksi, maka makin sedikit pula potensi penularan, maka insya Allah wabah ini bisa kita selesaikan. Dan dengan kondisi itulah maka Pemprov DKI Jakarta dengan mendengar pandangan para ahli di bidang penyakit menular dan juga diskusi yang dilakukan Dinas Kesehatan, maka kami memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB, diperpanjang 28 hari. Artinya, PSBB kedua ini dimulai tanggal 24 April sampai dengan 22 Mei 2020.

Dan seperti arahan Bapak Presiden, kunci dan pelaksanaan PSBB ini di kedisiplinan dalam menjalankan, saya berharap betul bahwa kita semua disiplin, dan kami di jajaran Pemprov bersama dengan Polda dan Kodam di periode ini kita akan meningkatkan pendisiplinan baik perusahaan-perusahaan yang masih beroperasi, maupun perusahaan yang masih berkerumun. Hari-hari kemarin banyak sifatnya educational, banyak diberi peringatan, diimbau, karena banyak masyarakat belum menyadari benar tentang PSBB, dan aturan-aturannya. Ke depan, fase imbauan, fase educational sudah selesai, sekarang adalah fase penegakan. Karena itu di hari-hari ke depan semua yang melanggar tidak akan diberi peringatan lagi, tapi akan langsung ditindak. Dan itu artinya kami imbau semua jangan sampai ditindak. Kerjakan yang menjadi kewajiban selama PSBB ini dengan sebaik-baiknya. Dan bagi perusahaan-perusahaan jangan curi-curi, karena kita menemukan di lapangan, diingatkan kemudian setelah petugas meninggalkan lokasi, kembali bertugas kembali beroperasi lagi.

Ke depan, kita akan lakukan tindakan-tindakan yang bersifat sanksi kepada semuanya. Tentu ada bidang-bidang yang dikecualikan. Ada 11 sektor di dalam Pergub 33 tahun 2020, di mana sektor-sektor dikecualikan, dan yang tidak termasuk di sektor strategis jangan kemudian memaksa, kenapa? karena ini membahayakan tenaga kerjanya, membahayakan masyarakatnya, konsekuensi dari ini besar. Kami ada beberapa contoh di mana memaksakan dan akhirnya betul ada kasus positif dan akhirnya seluruh operasi harus dihentikan. Karena itu saya ingatkan ke seluruh warga untuk bekerja di rumah, belajar dari rumah, beribadah dari rumah. Dan kami terus akan melaksanakan program-program jaring tenaga sosial dan Alhamdulillah bantuan dari pemerintah sudah didistribusikan dan kita ingin berterima kasih kepada Bapak Presiden dan seluruh jajaran kabinet yang telah mengelola dan kami dukung pelaksanaan di lapangannya. Begitu juga dengan pihak swasta banyak yang terlibat langsung memberikan program-program bantuan sosial, kami menyiapkan suatu platform khusus di mana masyarakat bisa mendapatkan informasi-informasi kawasan-kawasan mana yang bisa didukung. Ini adalah kolaborasi skala besar di Jakarta dengan website yang bisa di itu adalah corona.jakarta.go.id di situ kemudian ada bantuan bagian sosial, silakan dimanfaatkan portal itu.

Kemudian, hari Jumat lusa hari pertama perpanjangan PSBB Jakarta juga hari pertama bulan puasa bagi umat Islam yang akan melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Bulan puasa kali ini akan berbeda, bagi begitu banyak kita, termasuk saya, Pak Wagub juga dan kita semua, bulan puasa adalah bulan di mana kita berada di Masjid. Kita berkegiatan dai mulai subuh sampai tarawih, masjid adalah central-nya. Dan puasa kali ini, akan menjadi berbeda karena kita semua akan melaksanakan kegiatan itu di rumah, ikhtar tak lagi ada buka puasa bersama, tapi buka puasa di rumah bersama keluarga, tarawih dilakukan bersama keluarga di rumah, bukan lagi di masjid. Salat-salat fardhu juga kita kerjakan di rumah. Ramadhan kali ini, mungkin mirip dengan Ramadhan Nabi besar SAW. Pada saat itu, semua tidak dikerjakan di masjid, sempat tarawih di masjid tapi kemudian di rumah. Buka puasa juga di rumah kegiatan peribadatan di rumah, semua tak dilakukan di masjid. Kali ini, kita bisa kesempatan untuk masuki bulan Ramadhan dalam suasana yang mirip dengan suasana itu, ini kesempatan bagi kita. Karena itu saya menganjurkan dalam kesempatan ini, hari Jumat besok masuk 1 Ramadhan kita memasuki masa ini dengan semangat untuk ya meningkatkan ketakwaan, ya menahan hawa nafsu tapi sambil juga kita memerangi pandemi COVID. Ini adalah sebuah bulan yang suci, sekaligus juga periode yang amat berbeda dengan yang lain-lain, karena itu saya ingin sampaikan kepada semua mari kita jalankan ibadah di bulan suci Ramadhan dengan cara menjaga, mencegah penularan COVID. Di rumah, di keluarga tingkatkan peribadatan dan ini sesungguhnya ada kesempatan kita meningkatkan ketakwaan di dalam keluarga.

Dan bagi seluruh masyarakat di Jakarta saya ingin sampaikan sesuai dengan instruksi Bapak Presiden bahwa kita tidak meninggalkan tempat kita tinggal dan berpergian ke luar. Mudik atau meninggalkan Jakarta karena memiliki potensi penularan yang amat besar. Saya berharap tradisi mudik yang biasa kita kerjakan ditahan dulu tahun ini, pesan ini sekaligus juga pesan yang sudah menabung, tabungan itu ditahan dulu sekarang, kita melewati masa-masa yang amat menantang mingu-minggu ke depan, bulan-bulan ke depan. Mudah-mudahan dengan kedisplinan kita apalagi masuki bulan suci Ramadhan kita bisa mengendalikan penularan ini dengan sebaik-baiknya. Dan kepada semua, saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah bulan suci Ramadhan semoga kita bisa mendapatkan derajat ketakwaan dan insya Allah kita bisa menjalankan pembatasan dengan disiplin sehingga bisa selesai melewati wabah ini dengan sebaik-baiknya.

Bagi semua, saya berharap ikuti ketentuan, ikuti peraturan dan seluruh jajaran Pemprov, Polda, maupun Kodam semuanya akan menegakkan seluruh peraturan dan pendispilinan akan kita kerjakan tanpa membeda-bedakan. Demikian penjelasan dari kami, semoga kota Jakarta segera terbebas dari wabah COVID dan kita bisa kembali beraktivitas seperti semula, dan semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua. Terima kasih

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Tanya Jawab Wartawan dan Gubernur Anies:

Pertanyaan:
Mengenai kawasan nanti kan diperpanjang, masih ada sejumlah kantor yang masih pekerjakan karyawan dengan dalih masuk ke 8 sektor pengecualian, nanti bentuk pengawasannya seperti apa?

Anies:
Ya, begini kemarin memang seperti kita sampaikan di awal, ini fase edukasi ke publi, banyak masyarakat kita tidak ikuti ini secara detail, nah kemarin ini kita lakukan ke depan education itu, sekarang kita fase pendisplinan dan semuanya yang di luar 11 sektor yang dikecualikan dan masih beroperasi maka akan dapat teguran bentuknya akan segel bahkan bisa pencabutan apabila sudah ditegur sebelumnya. Nah, ada sektor-sektor yang dianggap strategis, dan itu mendapat surat dari Kementerian Perindustrian, nah sektor-sektor itu sekarang sedang kita review juga bersama dengan tim Kementerian Perindustrian, apabila memang itu adalah sektor strategis, untuk bangsa, untuk negara maka silakan, tapi bila tidak, maka kita minta izin itu di-review kementerian, karena kalau tidak jumlahya tidak ada batasnya. Harus strategis yang sesungguhnya, bukan strategis yang kita tidak tahu di mana strategisnya. Daftarnya sekarang cukup panjang, sekarang sedang di-review bersama nanti kita tegakkan itu semua

Pertanyaan:
Mengenai bantuan masih banyak warga Jakarta belum dapat bantuan, seperti di Kelurahan Kenari itu dijanjikan tanggal 17, namun hingga semalam belum dapat bantuan juga?

Anies:
Ya, masih banyak, betul, itu semua masih jalan, progress masih berlangsung di lapangan. Insya Allah yang belum dapat akan segera dapat.

Petanyaan:
Terkait dengan bansos penyalurannya kurang efektif karena masih ada data PNS dan TNI yang dapat Bansos, dan terakhir ada anggota DPRD DKI Jakarta yang ternyata terdata sebagai penerima Bansos gimana? Lalu, terkait dengan protokol kesehatan di kawasan-kawasan rentan terpapar COVID-19 contohnya di kawasan apartemen atau di rumah susun, apakah Pemprov sudah melakukan sosialisasi seperti apa di sana untuk pencegahan Corona karena daerah itu rentan terpapar, kemudian terkait dengan mekanisme Pemprov udah siapkan belum penanganan banjir di tengah COVID?

Anies:
Ya, pertama terkait banjir sudah ada mekanismenya bahkan hari Minggu kemarin ketika Katulampa airnya naik siaga 2 kita sudah berjaga di sini, tapi Alhamdulillah itu kemudian lewat dari Jakarta tanpa ada dampak signifikan. Kemudian mengenai tempat rumah aman atau kawasan aman kita sudah siapkan di lokasi, jadi di tempat-tempat padat di mana di siti ada orang dalam pemantauan atau orang miliki gejala COVID, maka kita sudah siapkan tempat mereka untuk mengisolasi diri di luar kawasan padat. Karena kawasan padat bukan hanya di rumah susun, di rumah-rumah napak juga di kampung-kampung padat di situ juga punya masalah yang hampir sama. Karena satu bangunan bisa jadi beberapa KK dan karena itulah kami sudah siapkan tempat-tempat untuk mereka bisa melakukan karantina diri dan dibantu fasilitas logistik dan lain-lain.

Kemudian tentang bantuan sosial benar kita berikan 1,2 juta, dan itu ada 1,2 juta nama dan kemudian tentu saja tidak mungkin sempurna, dari 1,2 juta nama pastilah. Di negeri ini, data yang super akurat saya rasa teman-teman juga tahu, jadi jika dicari pasti ada, nah bagian kita adalah mengkoreksi terus menerus. Dari 1,2 juta ya kemudian ketemu 1,2,3 pasti. Jadi nggak usah ditutup-tutupi, di republik ini kita semua tahu data lengkap by name by adress, tapi yang penting adalah begitu ada kekeliruan, koreksi, koreksi, koreksi, dan ini bagian dari kita juga meningkatkan kualitas data. Kenapa? Karena banyak data dulu yang masuk dalam data sebagai masyarakat miskin itu dalam suasana normal, di mana semua perekonomian bergerak dan berkegiatan, hari ini banyak dari saudara-saudara kita yang bulan-bulan lalu nggak butuh bantuan, pada saat ini butuh bantuan, pada saat ke lapangan maka yang mengatakan butuh jauh lebih banyak daripada yang sudah di dalam daftar, karena banyak yang terjadi sekarang banyak yang nggak miliki kerjaan, banyak warungnya tutup, banyak kegiatan seharinya nggak berfungsi. Nah, di sini kemudian bagian kita yang memastikan miskin baru, prasejahtera baru ini masuk di dalam data yang di update, sehingga di masa distribusi berikutnya mereka akan bisa mendapatkan bantuan juga jadi kita sangat terbuka bahkan di seluruh wilayah para lurah bagikan juga ke RW semacam formulir untuk ditambahkan apabila ada warga yang namanya belum masuk, sekaligus juga untuk dicoret apabila seharusnya tidak menerima.

Dan kami berterima kasih banyak dari masyarakat yang tidak seharusnya menerima, ketika menerima dan sekarang dikembalikan, dan sekarang ada SOP dari RW apabila tahu ini keluarga mampu maka mereka bisa tidak harus mengantarkan, tapi membuat berita acara karena ini keluarga yang cukup mampu. Intinya adalah kita ingin membantu semua dengan data yang sudah ada bertahun-tahun ini kita adakan dulu sambil kita tingkatkan daripada dibalik, cek dulu ke lapangan semuanya dikumpulkan lalu yang terjadi adalah masyarakat yang butuh bantuan tak kunjung dapat bantuan, karena yang dibutuhkan adalah sesungguhnya bantuan itu sampai sesegera mungkin. Jadi kita tingkatkan itu, apalagi ini bukan kejadian yang hitungannya 1-2 hari ini periode cukup panjang. Insya Allah ke depan akan bisa lebih rapi lagi. Begitu ya, terima kasih, cukup teman-teman.

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

sumber: detik.com

Editor: sella.