HETANEWS.COM

Terkait Video Seorang Pria Marahi Petugas Medis, dr Ronal: Tidak Ada Kita Pulangkan, Istrinya Positif Dari Hasil Rapid Test

screnshot video.

Siantar-hetanews.com - Beredarnya sebuah video, yang berdurasi 1 menit 15 detik, Selasa (21/04/2020), dalam video tersebut tampak seorang lelaki mengenakan baju merah, celana panjang hitam dan memakai masker warna hitam terlihat kesal kepada pihak medis.

Berdasarkan video tersebut, Pria itu marah-marah karena dirinya merasa kesal karena ketika dirinya memeriksakan istrinya yang baru pulang dari luar Kota, dan berdasarkan hasil test yang dikeluarkan rumah sakit, istri pria tersebut dinyatakan positif.

Walaupun dinyatakan Positif, dia dan Istrinya disuruh pulang oleh pihak rumah sakit (RS), dan hal inilah yang membuat Pria tersebut kesal kepada tim medis.

"Diluaran bapak ibu mencari cari orang untuk di Rapid, sedangkan kami datang kok, kurang dewasa apalagi kami coba, kami datang sendiri kerumah sakit, tolong pak periksa ini saya kek gini, itupun di abaikan juga, kan nggak logika gitulo," katanya.

"Ini namanya bukan gugus depan lagi kok kayak gini , saya udah bilang sama rumah sakit Tentara, saya akan gugat ini kalau sistim nya kayak gini masak pasien yang sudah positif disuruh lagi balek semobil dengan saya, disuruh balek ke Tojai ini, jadi seluruh masyatakat Tojai ini kenaklah semua" ujar pria tersebut dalam video.

Sementara itu terkait, beredarnya video, Kadinkes Siantar, dr. Ronal Saragih saat dihubungi mengatakan bahwa pasien tersebut kini telah  di isolasi, bahkan dr Ronal mengatakan bahwa video tersebut adalah video tidak benar.

"Mana disuruh pulang, itunya (istrinya) dirumah sakit sekarang. Video salah salah itu, akupun jadi dimarahi komandanku gara gara itu, dirumah sakitnya dia (istrinya) sekarang di ruang isolasi, rsud djasamena saragih." ujar dr Ronal.

Bahkan dr Ronal mengatakan pasien positif berdasarkan rapid test, pasien positif sehingga masih menunggu swab. 

" Rapid testnya positif, jadi statusnya OTG (orang tanpa gejala) lah, jadi kita tunggulah hasil swabnya nanti gimana,  kita kan prinsipnya kalau dia positif rapid test, jaga jaga supaya tidak menularkan, makanya kita karantina supaya tidak menularkan. Prinsipnya hanya memutuskan rantai penularan. itupun tidak keberatanya pasiennya." ujar dr ronal.

Ronal menjelaskan jika setelah mendapatkan informasi dari RS Tentara jika pasien mau diisolasi, maka staffnya langsung bergerak untuk menjemput si Pasien agar dilakukan isolasi.

"Gitu kita dapat telepon dari RS Tentara kalau pasien mau di Isolasi maka kita langsung jemput dan langsung kita isolasi, jadi engga ada dipulangkan, tapi engga Taulah kalau di RS Tentara yah, kalau kita langsung kita jemput dan kita bawa ke RS agar diisolasi," jelasnya.

Penulis: hen. Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan