HETANEWS.COM

Ngaku Polisi, 3 Orang Pelaku Larikan Septor Anak Gadis Asal Simalungun dan Nyaris Diperkosa

Kedua korban saat berada di depan gerbang Polres Siantar. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Mengaku sebagai polisi sambil membawa senjata tajam (Sajam) jenis parang dan gancu, tiga orang pria yang tidak diketahui identitasnya, berhasil membawa kabur sepeda motor (Septor) milik dua orang  gadis asal Nagori Karangsari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Bukan hanya membawa roda dua, ketiga pelaku juga sempat membawa korban yang diketahui berinisial Z (18) dan M (17), dengan paksa, ke Hotel Mutiara dengan bermaksud untuk diperkosa.

Korban M mengisahkan, sebelum Yamaha Mio miliknya diambil, korban dengan dua orang temannya, sedang berkumpul di Lorong 9, Jalan Rakkuta Sembiring, Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara.

Hanya saja saat sedang asyik kumpul, korban dengan kedua temannya, dihampiri oleh tiga pelaku yang mengaku sebagai anggota kepolisian dan membawa parang dan gancu.

"Setelah kami dihampiri oleh ketiga orang itu (pelaku), kemudian mereka menuduh, kalau kami telah melakukan pelanggaran hukum. Padahal, kami di situ hanya mengumpul sajanya bang, bahkan kami juga difoto-foto sama orang itu bang (pelaku),"ucap korban M saat berada di depan gerbang Polres Siantar, sembari mengatakan, bahwa kejadian tersebut terjadi, pada Jumat (17/4/2020) malam lalu.

Selesai ketiga pelaku menuduh korban telah melakukan pelanggaran hukum, kemudian para pelaku tersebut mengambil paksa sepeda motor milik korban. Sedangkan kedua teman pria korban, hanya bisa diam, lantaran ketiga pelaku telah mengancam mereka dengan sajam.

"Kemudian kami dipaksa untuk ikut mereka (pelaku), tapi saya dengan teman saya dibawa berpencar. Tapi karena saya tau mau dibawa ke hotel oleh pelaku itu, saya langsung lompat dari sepeda motor pelaku bang. Tapi saya tidak tau teman saya Z, selamat bagaimana bang,"ujarnya.

Kapolres Siantar, AKBP Budi Pardamean Saragih, melalui Kasubag Humas, Iptu Rusdi Ahya, ketika dikonfirmasi membenarkan laporan kedua korban tersebut.

"Laporannya sudah kita terima, kita juga sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan hingga sekarang ketiga pelaku masih dalam lidik kita," akhir Rusdi Ahya, Selasa (21/4/2020) sekira pukul 15.30 WIB.

Penulis: res. Editor: gun.