HETANEWS.COM

Pesan Sayang Famili Gubsu Edy: Jangan Mudik di Tengah Pandemi

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi.

Medan, hetanews.com - Pandemi Corona masih merajalela di Republik Indonesia hingga menjelang bulan Ramadhan. Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi menyampaikan pesan sayang agar warga tidak mudik saat Lebaran nanti.

Edy mewanti-wanti penyebaran virus Corona tidak mengenal waktu Lebaran. Edy meminta warga Sumut tetap di rumah saat Lebaran. Silaturahmi saat Lebaran, kata Edy, salah satunya bisa menggunakan media sosial.

"Dalam kondisi saat ini, wabah COVID-19 ini adalah bukan berarti kita tidak libur Lebaran. Kalau itu (mudik) kita lakukan, memang ajaran agama kita adalah Tuhan Mahatahu, tapi COVID ini tidak mau tahu," kata Edy di RS USU Medan, Jumat (17/4/2020).

"Silakan libur Lebaran, tapi stay at home. Di tempat rumahnya masing-masing. Gunakan media sosial, WA (WhatsApp) dan apa pun yang Anda bisa (pakai untuk) bersilaturahmi," imbuhnya.

Edy mengatakan tidak mudik di tengah pandemi Corona merupakan bentuk rasa sayang kepada keluarga. Dia mengajak warga bersama-sama memutus rantai penyebaran virus Corona.

"Sayangi keluarga kita, sayangi diri kita, sayangi saudara-saudara kita. Untuk tahun ini sama sama kita bersilaturahmi dari rumah kita masing-masing," ujar Edy.

Untuk diketahui, Gugus Tugas COVID-19 Sumut mengatakan terdapat 103 kasus positif Corona di Sumut hingga Kamis (16/4). Selain itu, ada 139 pasien dalam pengawasan (PDP) serta 2.302 orang dalam pemantauan (ODP).

Meski demikian, Pemprov Sumut belum membutuhkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Edy kemudian menyebut ada tiga langkah menangani penyebaran virus Corona di Sumut.

Langkah pertama adalah penanganan fisik terkait virus Corona. Konsep ini dilakukan dengan menyiapkan rumah sakit untuk merawat pasien hingga sembuh.

Konsep kedua, kata Edy, adalah penanganan nonfisik. Ada beberapa tahapan dalam melaksanakan konsep nonfisik ini.

"Yang kedua, secara nonfisik, menyiapkan dampak sosial kepada seluruh rakyat kita yang terjadi penurunan pendapatan yang menjadikan sulit dalam kehidupan ini. Itu yang sedang dicatat mulai desa dengan menggunakan dana desa, dengan refocusing dana," ucap Edy.

Dia menyebut tahap pertama untuk pelaksanaan konsep nonfisik itu adalah melakukan refocusing dan realokasi anggaran senilai Rp 500 miliar. Jika tahap pertama belum selesai, Pemprov akan melakukan tahap kedua dan ketiga dengan total anggaran masing-masing Rp 500 miliar.

"Kita berharap dalam tiga bulan ini dapat menyelesaikan masalah. Apabila ini tidak diselesaikan, atas izin DPRD Sumatera Utara, Rp 500 miliar tahap kedua. Kalau tidak selesai, Rp 500 miliar tahap ketiga," ujarnya.

"PSBB itu adalah pembatasan sosial berskala besar. Sumatera Utara saat ini belum butuh itu," kata Edy.

sumber: detik.com

Editor: Sella Simorangkir.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!