HETANEWS.COM

Kadishub Dituding Tak Mampu Menertibkan Terminal Liar

Ruas jalan di seputaran Pasar Horas Jaya [PHJ] dijadikan 'Terminal Bayangan' Angdes

Siantar, hetanews.com - Penegakan aturan terhadap Angkutan Pedesaan [Angdes] dan sejumlah 'Terminal Liar' di pusat kota, sempat mengemuka pada Oktober 2019. Penegakan aturan itu mengendur. Kadishub Pematangsiantar dituding tak berkompeten mengurusi transportasi.

Larangan Angdes masuk kota dan skema rute Angdes sebelumnya pernah dirancang. Didukung dengan kesiapan Terminal Tipe A Tanjung Pinggir menampung Angdes, yang seharusnya menurunkan dan mengangkut penumpang di terminal tersebut.

Namun sebaliknya, di sejumlah titik di inti kota masih eksis terminal liar. Misalnya puluhan mobil Angdes berjejer ngetem di Jalan Sutoyo, Jalan Imam Bonjol dan beberapa titik lainnya diseputaran Pasar Horas Jaya [PHJ]. Lain lagi dipusat kota seperti Jalan Sutomo. Situasi ini pun kembali terulang.

Baca juga: Angdes Dilarang Masuk Inti Kota, Loket Liar Tak Ditertibkan

Sering menimbulkan kemacetan, kesemerawutan serta pertikaian antara pengelola angkutan. Ini polemik yang belum bisa dituntaskan oleh Pemko Pematangsiantar khususnya Dishub.

Wakil Ketua DPP LSM Leppansi, Marganda A Napitu menuding Kadishub Pematangsiantar tidak berkompeten. Untuk itu, dia menilai Walikota Hefriansyah perlu untuk melakukan evaluasi serius terhadap Kadishub, Kepala Satker maupun kabag di Dishub.

Pasalnya, ini merupakan kelemahan dari Dishub yang tidak konsisten menertibkan terminal-terminal liar yang ada, untuk mengarahkan kembali ke Terminal Tanjung Pinggir.

"Ini peran Dishub yang memiliki tugas serta kewajiban untuk menertibkan semua terminal liar. Belum lagi soal truk bertonase besar, yang juga berseleweran masuk dalam kota, serta mangkalnya mobil angkutan di jalan yang kerap melanggar aturan, seperti oplet berseleweran," kata Ganda, Selasa (14/4/2020) malam.


Pengelolaan Sektor Parkir Oleh PDPHJ
Pria yang mengamati kondisi  ini sejak lama menuturkan, jika tidak ada upaya penertiban secara komprehensif, diyakini transportasi di Pematangsiantar makin semeraut dan lebih parah.

"Harusnya Dishub sudah ada upaya agar kondisi ini tidak terjadi berlarut-larut. Upaya agar bus bisa masuk ke Terminal Tanjung Pinggir itu perlu tetap dilakukan. Seperti mensosialisasikannya. Bikin aturan yang tegas, agar PO mau masuk ke terminal tersebut. Jika dilakukan tidak kontiniu, diyakini usaha yang dilakukan sebelumnya bisa jadi sia-sia," terang Marganda.

Baca juga: Esron Enggan Komentari Dugaan Penyelewengan DBH Jukir

Ia meminta Walikota Hefriansyah  mengambil langkah lebih tegas, mencopot Kadishub Pematangsiantar, dan memilih orang yang berkompeten memahami bidangnya, dalam hal ini mampu mengambil solusi penertiban terminal liar itu.

Di sisi lain, Marganda mengamati kompleks PHJ yakni Jalan Sutoyo dan Imam Bonjol  lebih berpotensi diperuntukan sebagai lahan parkir dikelola oleh Perusahaan Derah PHJ untuk menambah income disektor keuangan, ditengah kebutuhan mengupah karyawan.

Baca juga: Mengadu ke DPRD: Jukir Dipecat, Pengutipan Parkir Oleh Preman

Penulis: gee. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!