HETANEWS

Gaya Bicara Hefriansyah Tangani Covid 19: Sudah Ku Teken Belum?

Walikota Hefriansyah.

Siantar hetanews.com - Pemko Pematangsiantar dalam menjalankan Instruksi Mendagri No 1 Tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran dan percepatan penangan Covid 19, menyisahkan pertanyaan. Sejumlah rencana program yang disusun disinyalir terkendala disebabkan anggaran belum direalisasikan.

Hammam Sholeh, selaku PLT Bappeda menyebut alokasi anggaran penanganan Covid 19 yang semula Rp 3 Miliar menjadi Rp 40,7 Miliar.

Penambahan merujuk Instruksi Mendagri 1 Tahun 2020, yakni melakukan percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu atau Refocusing.

Untuk realisasinya, pihaknya akan menyelesaikan refocusing angggaran melalui Peraturan Kepala Daerah atau Perkada.

"Refocusing ini dilakukan dengan Perkada. Sesuai dengan peraturan Mendagri ini cukup untuk pemberitahuan kepada pimpinan Dewan. Bukan anggota dewan. Tidak mendapatkan izin dari dewan, itu tegas," katanya diwawancarai Senin (6/4/2020).

Sesuai dengan Instruksi Mendagri itu, Wakil ketua TAPD Pemko Pematangsiantar ini juga membeberkan beberapa rencana Gugus Tugas penanggulangan Covid 19 Pematangsiantar.

Sayangnya, sejauh ini belum semua rencana Gugus tugas yang terealisasi. Itu sebabnya, belum terlihat langkah prefentif yang dibuat Pemko Pematangsiantar. Salah satunya pemberian bantuan sosial bagi warga yang terdampak ekonomi akibat Covid 19.

Baca juga: Pemko Bakal Geser Anggaran Untuk Penanganan Covid-19 Rp 40,7 Milliar

Hefriansyah Sebagai Ketua Gugus Tugas Covid 19 Pematangsiantar

Dalam status siap siaga menghadapi virus Corona atau Covid 19, Walikota Hefriansyah menyandang posisi sebagai Ketua Gugus Tugas Covid 19 Pematangsiantar.

Diwawancarai bagaimana progres menjalankan Instruksi Mendagri itu, Hefriansyah tidak mampu merinci sejauh mana refocusing anggaran yang bakal diperuntukan dalam penanganan Covid 19. Balik bertanya dengan gaya bicaranya yang khas.

"Anggaran Apa? Siapa yang mengesahkan. Kapan? Siapa yang mengesahkan. Cemana mengesahkannya ah, kau pun pertanyaan mu," katanya, seraya masuk ke Mobil lalu menutup pintu, dihadapan sejumlah awak media di depan Balaikota, Selasa (14/4/2020) siang.

Kembali dicecar dengan pertanyaan lain dari awak media, orang nomor satu di Kota Pematangsiantar itu bergegas keluar dari mobilnya Dinasnya, lalu berdiri dan menjawab konfirmasi dengan percaya diri.

"Ini biar ku kasih tau dulu kalian, biar sor kalian. Aku yang ku pikirkan selama ini masalah  Covid, orang Siantar harus hidup dan makan."

Baca juga: Biaya Penanggulangan Corona Rp 42 M, Anggaran Proyek Berpotensi Dipangkas

"Pemerintah pusat menganggarkan melalui PKH, BPNT itu da jelas orang orangnya. Tapi dengan kondisi covid ini masih banyak orang siantar terkontaminasi, Ekonominya. Jadi ku anggarkan pakai APBD kita. Aku yang paling penting jangan sampai masyarakat gak makan. Sudah? Apalagi," tukasnya.

Disinggung kapan akan dicairkan anggaran tersebut, Hefriansyah menjawab santai. Ia mengklaim warga Pematangsiantar bakal aman-aman saja.

"Tunggulah tanggal mainnya, lagi dihitung duitnya ini. Cemananya. Pokoknya aman Siantar. Siantar aman. Bagus Abang dikit, siapa jarang turun ke lapangan ah," katanya.

Kembali ditanya, realisasi Refocusing anggaran dan laporan ke Mendagri, Walikota Pematangsiantar ini balik bertanya dan menyuruh wartawan bertanya. 

"Makanya kau tanya, sudah ku teken belum. Kau tanya dulu sudah ku teken belum? Ah kau tanya lah. Di BPKAD. Iya, jangan. Kita tau aturan kita terapkan," tukasnya masuk ke mobil dinasnya. 

Baca juga: Pandemi Covid 19, Komunitas Pemulung Luput Dari Perhatian

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.