HETANEWS.COM

BNN Kota Samarinda Sita 41 Paket Sabu Siap Edar

BNN Kota Samarinda bongkar jaringan pengedar sabu

Samarinda, hetanews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menggeledah sebuah rumah yang berada di permukiman padat penduduk. Di lokasi, petugas menyita 41 paket sabu siap edar seberat 53,45 gram.

"Jadi, barang buktinya ini disimpan dalam brankas besi, ada sekitar 41 paket sabu kami temukan," Plt Kepala BNN Kota Samarinda, AKBP Halomoan Tampubolon pada Selasa (14/04/2020) pagi.

Penggeledahan itu bermula dari keributan antarkelompok. Selain sabu, petugas juga mengamankan berbagai jenis senjata tajam dan senapan angin.

"Senjata tajam ini diduga digunakan oleh para pelaku saat terjadinya keributan di dekat rumah penyimpanan sabu yang dimiliki jaringan narkoba di tempat itu, karena sebelumnya ada bentrok antarkelompok yang diduga karena persoalan narkoba," ucap Halomoan.

Rumah penyimpanan sabu itu terletak di Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda. Saat hendak melakukan penangkapan, 5 pelaku melarikan diri dengan meloncat ke Sungai Karang Mumus.

"Kawasan itu memang sudah menjadi target. Namun setiap kami grebek selalu kosong. Berdasarkan pengalaman itu, petugas kami langsung melakukan penyisiran dan benar saja sekitar 10 meter dari rumah kosong tempat berjualan (sabu), petugas kami menemukan sebuah rumah yang mencurigakan, dan kami langsung melakukan penggeledahan dan hasilnya kami temukan barang bukti," jelas Tampubolon.

Di rumah itu petugas mengamankan pria bernama Deby Indrajid Putra (29) yang merupakan warga Gang Bakti. Berdasarkan pengakuan awal Indra, sabu tersebut bukan miliknya.

"Kalau dari pemgakuannya ini bukan punya dia, tapi orang lain, ini yang akan kami cari tahu," lanjutnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, sindikat Gang Bakti ini setidaknya mempekerjakan lima orang untuk ikut berjualan narkoba. Masing-masing berperan membawa 5 gram narkoba dalam bentuk poketan di sekitar loket untuk dijual.

"Kalau sudah habis, mereka kembali ke tempat penyimpanan sabu untuk mengambil paketan narkoba baru. Jadi, mereka ini memang terorganisir, makanya selama ini sulit kami bongkar. Sayangnya saat kami datang ke lokasi, kami gagal mendapatkan kaki tangan," jelas Tampubolon.

Selain mengamankan Indra, petugas juga mengamankan 5 pembeli yang sedang menunggu sabu pesanannya saat petugas menggrebek lokasi. Untuk penyelidikan lebih lanjut, para pembeli diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas BNN Kota Samarinda.

Sementara itu polisi menjerat Indra dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang peredaran berat narkotika. Jika terbukti sebagai pengedar Indra akan terancam menjalani hukuman minimal 5 tahun penjara.

sumber: detik.com

Editor: sella.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!