HETANEWS

Intip Kekuatan Militer China Tahun 2019

Tentara China berbaris saat mereka mengikuti parada militer yang menandai Hari Kemerdekaan Belarus di Minsk, Belarus, 3 Juli 2019. Foto: Reuters/Vasily Fedosenko

Hetanews.com - Ingin bangkit dan menyaingi Amerika Serikat sebagai negara terkuat di dunia, China telah melakukan berbagai daya dan upaya. Mulai dari mengerahkan militernya di Laut China Selatan hingga Timur Tengah, atau melalui proyek Inisiatif Sabuk dan Jalan. Namun, seberapa kuat sebenarnya militer China pada 2019?

China adalah negara yang saat ini mulai bangkit, menyebarkan kekuatan dan pengaruhnya di seluruh dunia, baik di bidang militer maupun ekonomi. China di bawah Presiden Xi Jinping telah mengerahkan Inisiatif Sabuk dan Jalan yang telah diikuti oleh berbagai negara sebagian besar di Asia dan Afrika termasuk Indonesia.

China juga mulai berperan penting di wilayah Timur Tengah. Dengan kekosongan kempemimpinan khusunya dari Amerika Serikat (AS) sejak dimulainya masa kepresidenan Donald Trump, negara-negara lain berupaya mengisi kekosongan itu, termasuk Rusia dan China.

Banyak negara-negara kemudian memiliki semacam ‘ketergantungan’ dengan China. China pun membuktikan bahwa semua usahanya tidak sia-sia, dan ia memiliki pengaruh yang besar pada negara lain.

Contoh saja masalah penindasan Uighur. Banyak negara-negara yang enggan bersuara menentang pelanggaran hak asasi manusia oleh China tersebut, karena ketergantungan secara ekonomi atau ikatan mereka dengan proyek Inisiatif Sabuk dan Jalan.

Di tengah kerusuhan protes Hong Kong yang tak kunjung usai, militer China juga telah diperkuat dan ada kemungkinan dikerahkan jika situasi bertambah parah. Meski militer China juga sering ‘menggertak’ negara-negara tetangganya, namun provinsi yang terpecah dari China, Taiwan, tampaknya tak takut.

Taiwan seringkali melawan ancaman China dengan melakukan uji coba atau latihan militernya sendiri, dan berulang kali menegaskan akan tetap memisahkan diri dan tidak akan bergabung kembali dengan China.

Dalam “era baru” Xi Jinping, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China didesak untuk memperkuat kesiapan dan meningkatkan kemampuan tempur yang sepadan dengan kepentingan global China.

Seiring militer China mengejar tujuannya untuk menjadi “kekuatan kelas dunia”, militer AS mungkin menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari China, dengan kemampuan yang tangguh dan berkembang pesat.

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.