HETANEWS

Setelah Lebih dari 100 Hari Virus Corona Mengubah "Wajah" Dunia...

Seorang petugas medis dari Provinsi Jilin (kanan) menangis saat memeluk rekan perawat yang bersama-sama selama menangani pasien corona, dalam sebuah acara perpisahan di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL

Hetanews.com - Virus corona. Akhir 2019, salah satu dari keluarga coronavirus, SARS-Cov-2, menyentak dunia. Dideteksi pertama kali di China pada akhir 2019, virus penyebab Corona Virus Disease atau Covid-19 ini, telah menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia, dan menjadi pandemi global.

Kini, sudah lebih dari 100 hari virus corona mengubah "wajah" dunia. Semua orang diminta berdiam diri di rumah dan menjaga jarak. Tinggalkan hiruk pikuk. Hindari kerumunan, dan diingatkan selalu rajin mencuci tangan.

Setelah lebih dari 100 hari, hingga Kamis (9/4/2020), sekitar 1,5 juta orang terinfeksi, 88.000 orang meninggal dunia. Dan, lebih dari 300.000 orang berhasil melawan virus corona dan dinyatakan sembuh.

Virus corona mengubah "wajah" dunia

Seorang wanita berjalan dengan kereta bayi di sepanjang Via dei Fori Imperiali yang kosong, saat Italia melakukan tindakan tegas untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, di Roma, Italia, Senin (23/3/2020).
Foto: ANTARA/REUTERS/REMO CASILLI

"Wajah" dunia berubah setelah wabah virus corona. Jalanan di berbagai kota dunia yang biasanya padat, kini sepi. Sejumlah negara memberlakukan penguncian atau lockdown, di antaranya China, Italia, Inggris, dan Malaysia.

Orang-orang yang biasanya terlihat sibuk hilir mudik, kini berdiam di rumah. Demi menghindari tertular virus corona. Di China, sebuah papan iklan mengimbau orang-orang untuk menggunakan salam tradisional China yang disebut Gong Shou yakni kepalan tangan berlawanan.

Di sejumlah negara Eropa seperti Perancis, kebiasaan cipika-cipiki sebagai cara sapaan diimbau agar sebaiknya dihindari termasuk berjabat tangan di tempat kerja. Di seluruh dunia, ada imbauan untuk bekerja dan belajar dari rumah, kecuali mereka yang berada di garda terdepan penanganan virus corona.

Virus corona juga berdampak terhadap lingkungan. Seiring dengan diberlakukannya imbauan untuk di rumah saja, tingkat polusi udara di berbagai wilayah juga mengalami banyak penurunan.

Kini, pemandangan di Gunung Himalaya yang bisa dilihat dari jarak 200 kilometer. Pemandangan seperti itu terakhir terlihat muncul 30 tahun lalu. Hal tersebut dibagikan pula oleh sejumlah netizen di India. Di Indonesia, virus corona juga membawa dampak.

Foto-foto tentang langit Jakarta yang berwarna biru cerah banyak diunggah oleh netizen. Terlihat pemandangan gunung di sekitar Jakarta yang biasanya tak pernah kelihatan. Melihat "wajah" dunia yang berubah dalam 100 hari ini, mari kembali mengingat 100 hari wabah virus corona meresahkan dunia.

Pertama kali infeksi virus corona terdeteksi

Petugas medis yang mengenakan pakaian pelindung membantu pasien turun dari ambulans di luar rumah sakit di Wuhan, Hubei, China, pada 26 Januari 2020. Penyebaran virus corona sejak Desember 2019 sudah membunuh lebih dari 300 orang di China.
Foto: EPA-EFE/YUAN ZHENG

Melansir dari Bloomberg, 3 April 2020, pasien terinfeksi virus corona pertama diketahui telah mengalami gejala pada 1 Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Sampel kemudian dikirimkan ke laboraorium termasuk sampel pasien lain pada 16 Desember 2019.

Hasilnya, ditemukan virus mirip SARS. Pada 30 Desember 2019, Kepala Departemen ER Rumah Sakit Ai Fen, mengunggah foto virus itu, yang kemudian menyebar di kalangan dokter.

Ai Fen dan sejumlah dokter yang vokal meminta pemerintah bersiap karena ada infeksi virus jenis baru, justru mendapatkan peringatan dari pihak kepolisian. Tindakan mereka dianggap bisa menimbulkan keresahan. 

31 Desember 2019

China akhirnya melaporkan sekelompok kasus pneumonia di Wuhan, Provinsi Hubei, sebagai akibat dari virus corona jenis baru.

1 Januari 2020

WHO telah membentuk IMST (Tim Pendukung Manajemen Insiden) di tiga tingkat organisasi yaitu markas besar, markas besar regional, dan tingkat negara yang menempatkan organisasi pada posisi darurat untuk menghadapi wabah.

Saat itu, otoritas kesehatan China menutup Pasar Grosir Makanan Laut Huanan setelah menduga hewan liar yag dijual di sana mungkin merupakan sumber virus. Dokter Li Wenliang, seorang dokter di RS Wuhan, yang mencoba mengingatkan tentang bahaya virus ini, ditangkap bersama 8 orang lainnya dan dianggap telah menyebarkan desas-desus.

Orang-orang mengenakan pakaian pelindung diri melintas di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut.
Foto: AFP/HECTOR RETAMAL

4 Januari 2020

WHO melaporkan adanya sekelompok kasus pneumonia tanpa kematian di Wuhan.

5 Januari 2020

China mengumumkan mengenai kasus pneumonia yang tak diketahui di Wuhan bukan SARS atau MERS. Komisi Kesehatan Wuhan menyebut penyelidikan retrospektif terhadap wabah sedang dilakukan.

11 Januari 2020

Komisi Kesehatan Wuhan mengumumkan kematian pertama akibat virus corona, yaitu lelaki berusia 61 tahun. Diduga, ia mendapatkan virus di pasar makanan lau, dan meninggal dunia dengan pneumonia berat.

12 Januari 2020

China berbagi urutan genetik Covid-19.

14 Januari 2020

Maria Van Kerkhove dari WHO mengatakan, ada kemungkinan transmisi dari manusia ke manusia. Akan tetapi, bukti terbatas dalam 41 kasus yang dikonfirmasi terutama melalui anggota keluarga.

16 Januari 2020

Jepang mengonfirmasi seorang pria Jepang yang pergi ke Wuhan terinfeksi virus itu.

17 Januari 2020

Kasus kematian kedua dikonfirmasi oleh Pejabat Kesehatan China Amerika Serikat menanggapi wabah itu dengan menerapkan pemeriksaan di Bandara San Fransisco, New York, dan Los Angeles.

20-21 Januari 2020

Para pakar WHO dari Kantor Regional China dan Pasifik Barat melakukan kunjungan lapangan singkat ke Wuhan. Pejabat Washington mengonfirmasi kasus pertama di AS pada 21 Januari 2020.

30 Januari 2020

AS melaporkan kasus penularan pertama dari orang ke orang. Pada tanggal yang sama, WHO menetapkan wabah sebagai Darurat Kesehatan Publik Internasional.

31 Januari 2020

Pemerintah AS mengumumkan menolak masuknya warga negara asing yang telah melakukan perjalanan di China dalam 14 hari terakhir.

2 Februari 2020

Filipina mengumumkan kasus pertama meninggal dunia akibat virus yang sekaligus menjadi kasus kematian pertama yang terjadi di luar China.

4 Februari 2020

Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan 10 orang di atas Kapal Pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama Bay dipastikan memiliki virus corona. Saat itu, kapal yang mengangkut 3.700 orang diletakkan di bawah karantina.

7 Februari 2020

Li Wenliang, dokter yang mencoba mengingatkan mengenai bahaya virus meninggal dunia karena virus corona.

11 Februari 2020

Penyakit akibat virus tersebut diberi nama oleh WHO yaitu Covid-19.

14 Februari 2020

Seorang turis China meninggal dunia di Perancis. Kasus ini menjadi kematian pertama di Eropa karena virus corona. Pada hari yang sama, Mesir mengumumkan kasus pertamanya yang juga menjadi kasus pertama di Afrika.

19 Februari 2020

Tanggal ini merupakan hari ke-50 virus corona mewabah.  Penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang telah dites dan dinyatakan negatif terpapar virus mulai turun dari kapal Pada tanggal itu, kasus ke-31 di Korea Selatan menimbulkan kekhawatiran karena ada wanita berusia 61 tahun, anggota sebuah gereja yang mengaku sakit saat mengikuti sebuah acara.

Pejabat mengatakan, saat itu setidaknya ada 1.160 kontak berisiko. Sementara itu, Iran mengumumkan dua kasus pertamanya yang dikonfirmasi di Kota Suci Qom.

Seorang penumpang mengenakan pakaian pelindung diri melintas di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut.
Foto: AFP/HECTOR RETAMAL

25 Februari 2020

Kasus virus corona global telah mencapai 80.000. Saat itu, Italia mencatat kematian pertama akibat virus corona. Pada tanggal ini, kematian mencapai 11 orang. Italia mengumumkan daftar kota dan desa yang dikunci atau lockdown secara penuh.

Sementara itu, Iran mengonfirmasi ada 50 orang yang diperkirakan tewas di Qom. Selain itu, para tokoh Iran termasuk Wakil Menteri Kesehatan, positif Covid-19 setelah sebelumnya terlihat berkeringat saat konferensi pers.

29 Februari 2020

AS melaporkan kematian pertama akibat virus corona.

6 Maret 2020

Jumlah kematian di Italia meningkat 6 kali lipat dalam 6 hari. Setidaknya 230 orang Italia tewas dalam sehari.

9 Maret 2020

Perdana Menteri di Italia Giuseppe Conte mengumumkan bahwa seluruh negara Italia dikunci.

11 Maret 2020

Covid-19 dinyatakan pandemi global oleh WHO.

2 April 2020

Kasus Covid-19 di seluruh dunia dikonfirmasi lebih dari 1 juta kasus dengan lebih dari 50.000 orang meninggal dunia, Pada tanggal ini, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikonfirmasi positif virus corona.

8 April 2020

Sebanyak 1.517.960 orang terkonfirmasi positif Cpvid-19. Angka kematian berjumlah 88.45, dan sebanyak 330.266 orang sembuh. 8 April juga merupakan hari ke-100 sejak virus corona SARS-Cov-2 terdeteksi.

Pengemudi ojek daring menggunakan masker saat pembagian makanan gratis di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (3/4/2020). Pembagian makanan gratis tersebut merupakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di tengah-tengah pandemi COVID-19.
Folto: ANTARA/APRILLIO AKBAR

Virus corona di Indonesia

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan temuan kasus pertama kasus infeksi virus corona di Indonesia pada 2 Maret 2020. Dua orang warga Depok, Jawa Barat, dinyatakan positif Covid-19.

Pada 11 Maret 2020, Indonesia mengumumkan kematian pertama akibat virus corona yakni pasien kasus 25,seorang WNA yang menjalani perawatan di RS Sanglah Bali.

Sementara, pada 13 Maret 2020, pertama kali dilaporkan adanya pasien sembuh yaitu pasien 01 dan pasien 03. Pada 16 Maret 2020, Presiden Joko Widodo melarang pemerintah daerah untuk melakukan lockdown atau karantina wilayah dalam menghadapi penyebaran virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Ia menegaskan bahwa kebijakan lockdown hanya dapat diambil oleh pemerintah pusat. Melalui rapat terbatas kabinet pada 31 Maret 2020, Presiden Jokowi menyatakan, pemerintah memberikan opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Pada 6 April 2020, permohonan PSBB yang diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah diteken Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Surat Kemenkes tersebut ditetapkan di Jakarta pada 7 April 2020.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, PSBB di DKI Jakarta akan mulai diterapkan pada 10 April 2020. Sejumlah daerah lainnya juga ada yang mengajukan PSBB kepada  Hingga 9 April 2020, terdapat 3.293 kasus infeksi virus corona di Indonesia yang menyebar di 32 provinsi. Tercatat 252 pasien sembuh, dan ada 280 orang meninggal dunia.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.