HETANEWS

Ini Kronologi Meninggalnya IR Warga Bandar Siantar Versi Keluarganya

Simalungun, hetanews.com - Pasca meninggalnya salah seorang warga Huta V Bandar Siantar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, beberapa waktu lalu, pihak keluarga menyangkal pernyataan Bupati Simalungun, JR Saragih yang mengatakan, Almarhum IR, positif Covid-19.

Menurut keluarga Almarhum IR (31), sebelum meninggal dunia di RSUD Djasamen Saragih, IR telah mengalami sakit, sejak bulan Januari 2020 lalu, atau sebelum mulai mewabahnya virus corona.

Adapun penyakit yang diderita almarhum, sesuai keterangan keluarga, antara lain, penyakit cacar air, adanya cairan dalam paru paru, serta mengidap pembengkakan pada usus. Sehingga tidak dapat makan, penyakit tifus, asam lambung, dan mag, sehingga korban meninggal akibat komplikasi dan bukan karena Covid-19

"Itu tidak benar ya pak ya. Sementara awal penyakitnya, mulai bulan satu sebelum corona, pertama cacar air, kedua didalam paru - paru terdapat cairan. Ada tivus juga,  usus membengkak, ada magnya, dan ada asam lambungnya, jadi bukan corona. Dan kami tidak punya karyawan, kami orang biasa. Semua yang dibilang bupati itu tidak benar, kerjaan kami aja orang biasa,"ujar W.

Dilanjutkan W, bahwa informasi keluarganya yang terkena Covid -19, seperti pernyataan Bupati Simalungun, tidak lah benar dan pekerjaan mereka juga hanya tukang mencari sapu dan sama sekali tidak memiliki karyawan.

Bahkan W juga menambahkan, bahwa almarhum IR bukan ditangani RS Vita Insani, melainkan RSUD Djasamen Saragih Siantar, mulai dari pukul 8 malam dan meninggal pada pukul 1, dini hari.

Sementara itu, Humas Gugus Penanganan Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Simalungun, Akmal H. Siregar saat dihubungi, pada Kamis (9/4/2020), sekitar pukul 14:30 WIB, mengatakan, bahwa  almarhum IR tidak terdaftar dalam ODP, maupun PDP, di dalam Gugus Tugas Kabupaten Simalungun.

“Yang bersangkuta itu dirawat di Siantar, dan tidak terdaftar ODP atau PDP, di dalam gugus tugas dan sesuai dengan prosedur Covid - 19, maka almarhum dimakamkan oleh tim medis RSUD Djasamen Saragih," ujar Akmal.

Ia juga menambahkan, tugas Pemerintah Kabupaten Simalungun adalah memberikan ketentraman, dalam bentuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Sehingga Tim Gugus Tugas, juga melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat di sekitaa kediaman Almarhum IR, terutama kepada keluarganya, katanya.

"Tim gugus juga sudah melakukan pemeriksaan kepada warga di nagori, kediaman almarhum, terutama terhadap keluarganya dan kita temukan ada tiga warga yang positif, setelah dilakukan rapid test dan ketiganya sudah dirawat di RSU Perdagangan,”katanya.

Saat disinggung mengenai identitas ketiganya, Akmal enggan menyebutkan nama, maupun inisial dari ketiga warga positif Covid – 19, lewat pemeriksaan rapid test tersebut.

Sementara itu, pihak keluarga Almarhum IR, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa keterangan yang disebutkan Bupati, membuat masyarakat takut.

"Iya betul, dan keterangannya sudah bikin orang jadi ketakutan. Masyarakat sudah susah, malah ditakut - takuti dengan keterangan hoaks. Pemerintah pusat saja tidak pernah menyebutkan pasien lengkap dengan keterangan asli, sekalipun sudah ada hasil pemeriksaan lengkap, Pemkab Tobasa juga protes,”ujarnya.

Penulis: hen. Editor: gun.