HETANEWS

FSPMI Sumut: COVID-19 Jangan Jadi Alasan PHK Buruh Tanpa Aturan

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (FSPMI Sumut) Willy Agus Utomo

Medan, hetanews.com - Buruh di Sumut menghadapi masalah besar di tengah pandemi virus corona COVID-19. Di satu pihak, para buruh terancam nyawanya akibat rentan terpapar COVID-19, karena masih harus bekerja di pabrik.

Namun, sisi lain mati masa depan buruh dan keluarganya, ketika perusahaan melakukan Pemutusan hubangan Kerja (PHK) atau merumahkan buruh dan tidak membayar upahnya.

“Hal ini terjadi masif di Sumut, COVID-19 jadi alasan perusahaan mem-PHK buruh,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (FSPMI Sumut) Willy Agus Utomo, Selasa (7/4).

Dijelaskannya, banyak dampak buruk didapat buruh akibat COVID-19. Dari sektor hubungan kerja, banyak perusahaan melakukan PHK, merumahkan buruh tanpa membayar upahnya, dengan alasan orderan perusahaan sepi bukan karena menjamin kesehatan pekerja buruh terhindar dari COVID-19.

“Mirisnya situasi musibah ini dimanfaatkan pengusaha-pengusaha bandel di Sumut yang memang mau melakukan PHK tanpa mau membayar pesangon dan melakukan pelanggaran hak normatif di perusahaan secara terang-terangan, dan tidak sesuai peraturan yang berlaku,” jelasnya.

Willy menilai, para pengusaha bandel tersebut berani karena pemerintah, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja setempat, kerap sibuk dengan penyelamatan diri. Akibatnya pengawasan kebijakan perusahaan terhadap hak buruh selama pandemi COVID-19 ini menjadi tidak berfungsi sama sekali.

“Banyak laporan pelanggaran hak normatif dan permasalahan ketenagakerjaan yang sudah kita laporkan selama pandemi ini. Disnaker beralasan, selama COVID-19 pihak mereka tidak bisa kunjungi perusahaan, alasan pembatasan sosial,” ungkapnya lagi.

Kemudian, lanjutnya, untuk hadapi COVID-19, masih banyak juga pekerja buruh yang tidak dilindungi Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan lain-lain.

“Ini juga merupakan kelemahan pemerintah setempat. Intinya buruh Sumut saat ini butuh perhatian pemerintah. Mereka sangat butuh dilindungi dari COVID-19, karena mereka masih tetap harus bekerja di tengah orang lain bekerja dari rumah,” sebutnya.

Willy menegaskan, Disnaker jangan jadikan COVID-19 alasan untuk tidak menindak pengusaha yang melakukan kebijakan culas, di saat semua pihak sedang sibuk melawan COVID-19.

“Sudah banyak pengusaha yang mem-PHK buruh dan merumahkan. Disnaker harus segera tanggap, dan datangi perusahaan yang bandel,” Willy menandaskan.

Sumber: analisadaily.com

Editor: suci.