HETANEWS

Penyampaian Informasi Covid 19 Tak Menyentuh Masyarakat Kecil

Posko gugus tugas di Balaikota Pematangsiantar, Senin 6 April 2020.

Siantar hetanews.com - Informasi terbaru terkait Covid 19 tidak sepenuhnya dapat diakses warga Pematangsiantar. Juru bicara Gugus Tugas penanggulangan dan pencegahan Covid 19 Pematangsiantar mengklaim update informasi itu tidak terlalu penting bagi masyarakat. 

Sejauh ini Gugus Tugas Covid 19 memakai platform media sosial Facebook untuk mengupdate informasi terbaru covid 19. Selain dari live streaming itu, tidak ada penyampaian sumber informasi resmi dari Gugus melaui media cetak baik elektronik yang dapat diakses publik secara luas.

Penggunaan platform media sosial Facebook oleh Gugus tugas untuk memberitahu informasi, belakangan dikeluhkan akibat tidak dapat diakses sepenuhnya oleh warga khususnya yang tak mengenal teknologi. Lain lagi masyarakat kecil.

Seperti yang dialami Sumarni (65). Ibu yang bekerja sebagai Buruh tani ini mengaku kekurangan informasi terbaru mengenai perkembangan Virus Corona di Pematangsiantar. 

"Aku gak punya Facebook. Handphone ku pun tinut tinut, gak pakai internet. Gimana aku bisa mencari informasi terbaru," 

"Kami yang orang yang sudah tua tua ini juga bingung, kan gak semua kami paham internet. Jadi kalau ada terjadi di kampung ini bagaimana ya," kata warga Kecamatan Siantar Martoba ini. 

Juru bicara Gugus tugas Covid 19 Pematangsiantar, dr Ronal Saragih, dikonfirmasi mengenai solusi yang akan dilakukan untuk memberi informasi ke seluruh lapisan masyarakat menganggap itu tidak terlalu penting. 

dr Ronal mengklaim informasi itu disampaikan melalui Puskesmas. "Sudah jalannya itu. Di puskesmas kan sudah jalan. Terus memberi sosialisasi sosialisasi. Makanya jangan kita apakan lagi soal sosialisasi, " katanya.

Dipertegas lagi bahwa yang dikonfirmasi bukan sosialisasi melainkan laporan informasi ter-update dari Gugus tugas, dr Ronal mengklaim itu tidak terlalu penting. 

"Kalau informasi itu kan gak terlalu perlu itu sama masyarakat. Yang penting, physical distancing saja. Kalau jumlah jumlahnya itu gak perlu sama masyarakat, OTG kan terusnya bertambah masuk," tukasnya.

Penulis: gee. Editor: edo.