HETANEWS

Dua Warga Bandar Masilam Terlibat Kasus Narkoba Dituntut 5,5 Tahun

Sidang teleconference. Foto: Ayu

Simalungun, hetanews.com - M Yunus Siregar (37) dan Suprapto (30) keduanya warga yang sama di Huta II Bandar Silau Kecamatan Bandar Masilam, masing masing dituntut pidana penjara selama 5,5 tahun denda 800 juta subsider 6 bulan penjara. Ancaman hukuman itu dibacakan Jaksa Viktor Purba dalam persidangan online Senin (6/4).

Atas tuntutan jaksa, terdakwa secara lisan didampingi oengaca Sintong Sihombing dari Posbakum PN Simalungun, memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan dengan alasan menyesal. Jika diulangi lagi, maka para terdakwa bersedia dihukum seberat-beratnya.

"Saya menyesal yang mulia, saya mohon agar hukuman saya diringankan", kata terdakwa dari Lapas melalui Video conference (vidcon) yang terhubung dengan hakim di pengadilan dan juga jaksa di Kejari simalungun.

Menurut  jaksa, terdakwa  M Yunus Siregar ditangkap Petugas J Simbolon dan Bambang Lesmono pada Senin, 11 Nopember 2019 di perkebunan sawit uang berada di belakang rumahnya. Melihat petugas, Yunus membuang plastik berwarna ungu berisi 1 klip sabu ukuran besar, 2 klip sabu ukuran sedang, 12 plastik klip sisa sabu lalu sembunyi di rumah warga.

Terdakwa M.Yunus berhasil ditangkap dan disuruh mengambil bungkusan yang sempat dibuangnya. Sekitar 10 menit, Suprapto datang ke lokasi perkebunan sawit dan turut diamankan bersama barang bukti 1 botol fanta berisi air mineral, sepaket sabu, kaca pirex dan HP.

Sabu tersebut diakui Suprapto dibeli dari seseorang di Simpang PKS Huta I Nagori Bandar Tinggi seharga 1,5 juta atas perintah Yunus. Sabu tersebut akan diserahkan kepada Yunus, kata Suprapto kepada petugas. Setelah dilakukan penimbangan sabu seberat 2,01 gram (bruto)  dijadikan barang bukti dalam persidangan.

 Para terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Untuk pembacaan putusan hakim Roziyanti, Aries dan Mince Ginting, persidangan ditunda hingga Senin mendatang.

Penulis: ay. Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.