HETANEWS

Macam-macam Teori Konspirasi Meliputi Virus Corona

Sebuah keluarga melihat keluar jendela rumah mereka di pinggiran Wuhan, Cina, pada 27 Januari 2020 di tengah wabah coronavirus. Foto: AFP via Getty Images/Hector Retamal

Hetanews.com - Teori konspirasi seputar virus corona gak cuma dongeng sci-fi senjata biologis China saja. Setidaknya ada beberapa teori tanpa riset yang jelas soal kemunculan virus. Teori konspirasi lain ada yang menyasar tokoh teknologi dunia, Bill Gates dan Melinda Gates.

Mereka berdua dituduh sebagai dalang penyebaran Covid-19 yang telah memakan ribuan puluhan ribu korban jiwa ini. Virus sengaja disebarkan ke dunia agar Yayasan Bill & Melinda Gates yang fokus pada pengembangan pengobatan mutakhir dapat dana. 

Teori ini dikemukakan oleh seorang penggagas teori konspirasi kondang dan Youtube, Jordan Suther. Pendapatnya  bahkan diyakini para penikmat teori konspirasi dan komunitas anti-vaksin. 

Selain itu ada cocoklogi pada serial The Simpsons. Pada episode ‘Marge in Chains’ musim ke empat telah memprediksi virus corona yang sekarang mewabah.

Dalam episode tersebut ada adegan sebuah virus di dalam kotak kiriman barang dari Jepang tersebar ke penjuru Amerika setelah kotak di buka. Selalu deh, mengaitkan fenomena luar biasa dengan ramalan The Simpsons. Padahal itu kan cuma dark jokes semata. 

Selalu Ada yang Percaya Teori Konspirasi di Tengah Krisis 

Sebuah penelitian mengukapkan teori konspirasi nan canggih di luar nalar seperti ini selalu muncul di tengah krisis global terjadi seperti serangan teroris, perubahan geopolitik yang cepat atau krisis ekonomi.

Teori berkembang cepat ketika situasi makro krisis yang penuh ancaman terlalu sulit untuk digali sebab musababnya. Akhirnya muncul kebingungan publik yang merasa cemas dan gelisah karena ketidakpastian masa depan. Seperti yang terjadi sekarang, pandemic virus Sars-Cov-2. 

Situasi macam ini juga terjadi ketika virus Zika mewabah pada tahun 2015-2016 lalu. Ada kabar burung yang mengatakan Zika juga merupakan senjata biologis alih-aih wabah penyakit yang perlu ditangani.

Kemunculan teori di sosial media terkait dengan kebingungan masyarakat yang sulit memahami penyebab fenomena dan meyakini diri sendiri dalam situasi yang penuh ketidakpastian. 

Dalam kondisi seperti ini ancaman menyerang kredibilitas para professional, pemerintah dan organisasi kesehatan yang resmi. Orang-orang cenderung tidak percaya pada otoritas-otoritas resmi terkait. Dan pergi mencari pembenaran kepada sumber-sumber yang tidak kredibel seperti dukun, tokoh agama atau pihak terkait lainnya yang tidak ada hubungan dengan fenomena. 

Akhirnya dalam situasi gangguan wabah masyarakat jadi terancam. Mereka menolak percaya kepada dokter, petugas medis dan pemerintah yang punya tanggung jawab penuh terhadap wabah. Orang-orang yang mempercayai teori konspirasi malah berbondong-bondong mengkonsumsi obat-obatan alternative seperti obat herbal atau vitamin. 

Jangan meremehkan jumlah mereka yang percaya dengan teori-teori konspirasi. Dalam kasus teori AIDS sebagai virus yang sengaja dibuat oleh organisasi tertentu untuk memusnahkan umat manusia aja ada yang percaya. 

Di Nigeria 38% dari ratusan orang percaya AIDS hasil dari persekongkolan. Turkey yang terbilang setengah Eropa saja 30% dari ratusan orang juga percaya. Gimana Indonesia? Masih aman laah, dari seribu orang 9%-nya percaya AIDS itu penyakit yang sengaja di rekayasa. 

Dampaknya Apa? 

Sudah jelas, persebaran teori konspirasi di masyarakat ini berbahaya dari segi intervensi medis dan kebencian terhadap kaum tertentu. Orang-orang yang percaya teori konspirasi jadi tidak percaya sama pihak resmi yang bisa diandalkan, seperti yang sudah disinggung sebelumnya.

Orang jadi percaya jamu-jamuan dan tidak menjalankan prosedur resmi dari pihak otoritas kesehatan. Misal, orang-orang jadi minum mpon-mpon aja buat sebagai pecegahan corona, tapi tetap beraktivitas di keremunan saat wabah Covid-19 terjadi. 

Selain itu konsekuensi konflik masyarakat yang berisiko tinggi. Ketika teori konspirasi muncul selalu ada si Penjahat yang jadi dalang persekongkolan ini. Penjahat ini bukan fiksi tetapi merujuk pada tokoh atau kelompom masyarakat tertentu.

Contoh yang paling dekat saja pendemik corona ini. Berasal dari China terus orang-orang jadi memusuhi dan menaruh pra sangka ke etnis tersebut. 

Perlu narasi yang benar bisa teruji faktanya untuk melawan arus teoris konspirasi. Otoritas terkait bisa berupaya bikin konten dengan informasi yang kredibel untuk masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga perlu bekerja sama dengan media massa sebagai penyambung lidah masyarakat. Kalau seperti ini kerunyaman bisa direda, meski kaum sekte teori mind blown tetap ada. 

Sumber: opini.id

Editor: tom.