HETANEWS

Berusia Lanjut & Rentan Virus Corona, Akankah Ust Baasyir Dibebaskan?

Abu Bakar Baasyir. Foto: Kumparan

Jakarta, hetanews.com - Tim Pengacara Muslim (TPM) selaku tim pengacara Abu Bakar Ba`asyir mengajukan permohonan pembebasan Asimilasi dan Integrasi pada Presiden RI Joko Widodo. Permohonan ini diajukan lantaran adanya wabah Covid-19 yang dikhawatirkan bakal mengancam lembaga pemasyarakatan.

Kuasa Hukum Ba`asyir, Achmad Michdan menyatakan surat permohonan itu disampaikan ke Jokowi dan Menteri Hukum dan HAM. Surat tersebut ditandatangani dua advokat hukum, yakni Michdan sendiri dan Mahendradatta.

"Surat ini kami sampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM Bapak Prof. Yasonna Hamonangan Laoly untuk menyampaikan pendapat kami perihal Asimilasi dan Hak Integrasi KH. Abu Bakar Ba`asyir dari sisa pemidanaan beliau," kata Michdan melalui pesan singkat, Jumat (3/4/2020).

Saat ini Ba`asyir dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur. Michdan mengingatkan, Ba`asyir tidak pernah terbukti di pengadilan manapun terlibat dengan peristiwa Bom Bali atau bom manapun. Pada pengadilan yang pertama itu Ba`asyir divonis 1,5 tahun, itupun hanya soal pelanggaran keimigrasian.

Kuasa hukum berpendapat bahwa Baasyir adalah salah satu narapidana yang wajib diprioritaskan karena rentan kesehatan. Ba`asyir juga saat ini berusia 81 tahun.

Michdan menyorot Rutan/Lapas yang tidak memiliki fasilitas kesehatan yang cukup mumpuni untuk Covid-l9. Sehingga, kata dia, penting untuk segera melepaskan narapidana yang berusia 65 tahun ke atas.

Sumber: republika.co.id

Editor: tom.