HETANEWS

Motivasi Dua Anggota DPRD Minta Pengusaha Diragukan

Catatan Redaksi,
Pandemi virus Corona di wilayah Pematangsiantar sejauh ini tak jelas pemetaan apalagi bagaimana upaya pencegahannya. Yang terlihat kasat mata Pemko, Parpol, serta kelompok organisasi masyarakat, ramai-ramai cuma pamer semprot disinfektan, handsanitezer, masker serta wastafel portable. Memang vaksin virus itu belum ditemukan.

Barang barang itu dibikin seolah olah sudah bisa atas pandemi. Lalu dibagi bagi ke orang banyak. Aksi bagi bagi itu pun latah. Anggota DPRD Pematangsiantar pasang wastafel portable di depan gedung DPRD, agar tidak terkesan abai dimata masyrakat.

Pekan lalu, seorang warga yang datang dari Medan masuk ke wilayah Pematangsintar. Dinas Kesehatan belakangan dapat informasi jika dia itu dinyatakan positif corona. Berselang sehari, Gugus Tugas Covid 19 pun menjemput pasien yang sempat mendapat dirawat kota Medan itu.

Lusanya keluarga si Pasien  berjumlah 5 orang menjalani rapid tes. Pj Sekda, Kusdianto sebut 4 orang diantaranya Positif. Belakangan pernyataan Kusdianto yang direlease di Grup Mitra Pemko diragukan. Walikota Hefriansyah bilang ke 4 orang itu reaktif bukan positif.

Kecolongan Gugus Tugas Vovid 19 Pematangsiantar dan lambanya menjemput 1 pasien yang masuk ke Pematangsiantar membuat tegang suasana. Apalagi kakunya Gugus Tugas Covid-19 dalam memberi informasi ke publik, terlihat jelas gagapnya memahami virus yang sedang menjadi lawan.

Kejadian yang terlihat dipermukaan itu pun tak dikritisi. Dua anggota DPRD malah minta pihak swasta dalam hal ini pengusaha yang ada di kota ini berperan tangani corona. Bila pihak swasta mau menderma, apa yang diberi hanya wastafel portable atau disinfektan? 

Pernyataan anggota DPRD yang muncul di media itu menimbulkan keraguaan. Salah satunya, apa motifasi mereka mendorong pihak swasta dalam peran melawan Corona. Apakah upaya itu sebanding dengan kebutuhan finansial warga miskin yang kehilangan pekeerjaan?

Dibanding aksi heriok Anggota DPRD di wilayah lain jauh lebih nyata. Mereka siap menyumbang gaji untuk tutupi sebagian kebutuhan warga miskin yang terdampak ekonomi akibat pandemi virus corona di nusantara.

Disini Anggota DPRD bukan didesak untuk menyumbang gaji. Tapi sebaliknya. Muncul keraguan dua personal anggota DPRD kesan tutup mata. Atau kemampuan mereka untuk melihat kondisi Kota ini diragukan. Bisanya hanya meminta kontribusi dengan dalih kepedulian.

Pemko Pematangsiantar telah mengalokasi anggaran senilan Rp 3 Miliar lebih untuk tangani corona. Mengapa harus mendorong pihak swasta?  Daripada meminta, lebih baik sekedar menganalisa apa dampak sosial, ekonomi dan psikologi akibat virus corona, atau ngopi dirumah saja cukup. (*)

Editor: edo.