HETANEWS

Perjuangan Wawalkot Bandung Lawan Corona dan Cerita Ingat Kematian

Bandung, hetanews.com - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dinyatakan negatif usai sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena terpapar virus Corona. Yana menceritakan perjuangannya melawan virus dengan nama lain Covid-19 itu.

Cerita Yana tertuang dalam Podcast Bandung Menjawab yang diunggah Humas Pemkot Bandung pada Minggu (5/4/2020). Dari suaranya Yana cerita awal mula timbul gejala hingga menjalani isolasi di rumah sakit.

Yana menuturkan awalnya dia melakukan isolasi mandiri di rumahnya karena mengetahui suhu tubuhnya berkisar 36,5 derajat. Kondisi tubuh Yana pun tak enak ditambah dengan batuk-batuk yang dia derita .

"Tapi badan tuh nggak enak dan nggak bisa dijelasin gitu apa. Itu jadi alarm, ada something gitu makanya di awal itu saya 3-4 hari mengisolasi dulu di rumah. Makin nggak enak saya ke rumah sakit. Ini nih sakit jari nih, batuk ada dan kering ya, kering banget, nggak enak. Ya saya baca juga kan gejala ini ada di saya, memang nggak semua ya, tapi ada beberapa jadi ya karena curiga saya isolasi diri dulu," kata Yana dikutip detikcom dari Podcast Bandung Menjawab.

"Kebayang mah mati, karena nggak ada obatnya," tutur Yana.Yana mengaku awalnya sempat mempunyai bayangan buruk akan kondisinya. Bahkan dia sempat membayangkan meninggal dunia.

Yana akhirnya masuk ke rumah sakit untuk menjalani isolasi. Di rumah sakit itu, Yana berada di ruang sempit berukuran 3x3 seorang diri.

"Saya sendiri di ruang isolasi jauh dari keluarga dan diinfus. Obat juga beragam, punten ya makan juga mungkin rasanya standar gitu ya, tapi ya karena kita harus bertahan hidup apa yang ada saya habisin. Makan minum itu saya pikir penting juga untuk daya tahan tubuh kita. Tapi sakit dan berat lah," kata Yana.

Selama beberapa hari, Yana diisolasi di rumah sakit. Perjuangan Yana dilakukan dengan mengikuti semua anjuran dari dokter yang menanganinya.

"Saya bertahan hidup ya apapun yang dikasih berupaya tetap makan minum. Obat mah ada yang disuntik, ada yang oral pokoknya semua SOP di rumah sakit dari dokter saya jalanin semua nggak ada yang enggak lah. Jadi terima kasih juga ke tim dokter rumah sakit, luar biasa lah mereka merawat dengan baik tapi mungkin balik lagi ke kita, ke keyakinan kita. Saya muslim, saya merasa setiap penyakit ada obatnya tapi semata-mata izin Allah. Jadi betul-betul saya bersyukur," tuturnya.

Selama itu juga dia terus mendapat dorongan dan dukungan dari keluarga serta kerabat melalui ponselnya. Motivasi Yana untuk sembuh pun mulai bangkit. Yana pun berjuang untuk bisa melawan virus Corona hilang dari tubuhnya."Saya mengalami sendiri bagaimana sakit dan beratnya melawan corona virus, Covid-19. Tapi mungkin karena doa, karena juga mungkin fighting spirit for life karena saya merasa saya ingin tetap bertemu keluarga, saya masih punya amanah dan semua ya seiizin Allah.

Saya merasa cukup banyak dorongan doa, banyak WA juga mendoakan seperti 'kang amanah akang belum selesai membangun Bandung'. Ya mungkin itu spirit buat saya. Inget keluarga inget juga mungkin masih punya utang amanah. Saya sebagai muslim cukup punya keyakinan semua penyakit insya Allah ada obatnya tapi balik lagi seizin Allah," kata Yana.

Tim dokter rumah sakit lalu melakukan tes swab lagi terhadap Yana yang sudah berhari-hari diisolasi. Hasilnya, Yana dinyatakan negatif dan boleh pulang.

"Kan pertama positif, swab tes kedua negatif makanya boleh pulang. Tapi sejak dari rumah sakit saya mengisolasi diri sendiri di rumah pribadi, nggak bareng keluarga," kata dia.

Sumber: detik.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.