HETANEWS

Trump Paksa 3M Kirim Masker dari Singapura ke AS

Perusahaan 3M didesak Trump memproduksi masker untuk mengatasi pandemi corona di AS. Foto: Business Insider

Hetanews.com - Trump mengeluarkan perintah di bawah undang-undang era Perang Korea untuk menangani kekurangan peralatan dalam menghadapi virus corona di negaranya.

Gedung Putih mencoba memaksa perusahaan Minnesota Mining and Manufacturing (3M) untuk mengekspor masker ke AS dari pusatnya di Singapura, seiring pabrikan yang bermarkas di Minnesota, AS, kewalahan di tengah pandemi virus corona.

3M minggu ini menolak permintaan pejabat Gedung Putih untuk mengirim sekitar sepuluh juta masker respirator N95 yang diproduksi di Singapura (yang dialokasikan untuk pasar Asia) ke AS, menurut narasumber yang mengetahui mengenai masalah tersebut.

Perusahaan itu enggan menerima permintaan Gedung Putih atas dasar hukum dan kemanusiaan, karena pekerja medis di seluruh wilayah cakupan pasarnya akan kehilangan perlindungan, kata narasumber itu.

Para eksekutif 3M telah berkomitmen untuk mengekspor sejumlah masker yang sama ke AS dari pabrik di China, tetapi itu tidak menghentikan Gedung Putih untuk secara terbuka menyerang perusahaan itu.

Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah di bawah Defense Production Act, atau Undang-Undang Produksi Pertahanan, yang disahkan pada 1950 sebagai tanggapan terhadap kebutuhan produksi selama Perang Korea. Upaya terbaru itu akan memaksa perusahaan 3M untuk menjual produknya kepada pemerintah AS jika diminta.

“Kami mengecam keras 3M setelah melihat apa yang mereka lakukan dengan masker mereka,” tulis presiden AS lewat Twitter pada Kamis (2/4/2020) malam.

“Banyak orang di pemerintahan terkejut dengan apa yang mereka lakukan, mereka akan menanggung konsekuensi besar!”

Sebelumnya hari itu, Peter Navarro, penasihat Gedung Putih di bidang perdagangan dan manufaktur, telah mengisyaratkan adanya perselisihan dengan perusahaan itu.

“Sejujurnya, selama beberapa hari terakhir, kami memiliki beberapa masalah dalam memastikan semua produksi masker 3M di seluruh dunia cukup untuk dikirim ke sini,” katanya, dikutip dari Financial Times.

Pejabat Gedung Putih juga telah berusaha membujuk 3M untuk membatasi ekspor dari pabrik di AS ke negara-negara terdekat, termasuk Kanada dan Meksiko, menurut narasumber yang mengetahui masalah tersebut.

Dalam pernyataan pada Jumat (3/4), 3M mengatakan perusahaan akan “berusaha keras” untuk meningkatkan produksi masker N95 untuk pasar AS.

Perusahaan itu menegaskan, pemerintahan Trump telah “meminta 3M untuk meningkatkan jumlah respirator yang saat ini kami impor dari operasi kami di luar negeri ke AS”, menambahkan pihaknya telah mengamankan ekspor dari China ke AS.

3M juga menyebutkan pemerintah telah meminta agar perusahaan itu “berhenti mengekspor respirator” dari AS ke pasar Kanada dan Amerika Latin.

Namun, pihak 3M telah memperingatkan hal tersebut bisa memicu krisis kemanusiaan di negara-negara itu, di mana 3M adalah “pemasok penting”.

“Jika itu terjadi, jumlah bersih respirator yang tersedia untuk Amerika Serikat akan berkurang. Itu kebalikan dari apa yang kami dan pemerintah, atas nama rakyat Amerika, cita-citakan,” menurut pernyataan 3M, yang dilansir dari Financial Times.

Salah satu pejabat pemerintahan Trump yang mengetahui isi diskusi dengan perusahaan itu menolak untuk berkomentar secara spesifik. Pejabat itu hanya mengatakan gugus tugas virus corona presiden “sangat frustasi”.

“Pemerintah telah berusaha sangat keras untuk melonggarkan beberapa peraturan bagi 3M dan produsen respirator lainnya karena perusahaan-perusahaan itu, termasuk 3M, berjanji mereka akan segera menyediakan 35 juta masker N95 ke pasar AS. Sayangnya, itu tidak terjadi,” ujar pejabat itu kepada Financial Times.

Kecaman terhadap 3M datang pada hari yang sama saat Trump mengeluarkan perintah di bawah Defense Production Act (DPA) untuk memaksa perusahaan lain membuat ventilator untuk pasien virus corona.

Presiden mengatakan akan membantu perusahaan (termasuk General Electric, Hill-Rom, Medtronic, ResMed, Royal Philips, dan Vyaire Medical) untuk mengamankan pasokan yang diperlukan untuk membuat ventilator.

“Saya berterima kasih kepada produsen domestik lainnya karena telah meningkatkan produksi ventilator mereka selama masa sulit ini,” tutur Trump, menambahkan itu akan “menyelamatkan nyawa dengan menghilangkan hambatan dalam rantai pasokan yang mengancam produksi ventilator”.

Akhir bulan lalu, presiden mengeluarkan perintah di bawah DPA untuk memaksa General Motors membuat ventilator, setelah mengkritik pembuat mobil itu karena tidak melakukan cukup banyak untuk memproduksi peralatan.

Trump menghadapi kritik pedas karena tidak menggunakan DPA lebih cepat setelah gubernur negara bagian memperingatkan dibutuhkan lebih banyak ventilator untuk mengobati pasien yang jumlahnya meningkat pesat.

Sejauh ini, pemerintahan Trump belum memberlakukan kontrol ekspor untuk menjaga alat-alat yang diperlukan tetap berada di AS. Dalam diskusi G20, para pejabat AS telah menyatakan tindakan perdagangan apa pun harus “sementara, transparan, dan sesuai”.

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.