HETANEWS

Perlombaan Menuju Vaksin Virus Corona

Ilustrasi pemberian vaksin pada gadis kecil. Foto: Reuters/Akhtar Soomro

Hetanews.com - lmuwan AS mengatakan, mereka telah mengembangkan vaksin virus corona potensial yang menghasilkan antibodi yang mampu melawan virus.

Pandemi virus corona terus menyebarkan malapetaka di dunia, dengan jumlah kasus yang telah melampaui lebih dari satu juta dan mencapai angka kematian 500 ribu.

Harapan ditemukannya vaksin yang dapat menghentikan penyakit ini berada pada titik tertinggi sepanjang masa.

Sebagai kepala penasihat medis Inggris, Profesor Chris Whitty mengatakan, vaksin adalah “satu-satunya jalan keluar dari ini … dan kita semua berharap itu akan ditemukan secepat mungkin.”

Ada beberapa kabar baik di cakrawala COVID-19, menurut laporan di The Independent. Ilmuwan AS berujar, mereka telah mengembangkan vaksin virus corona potensial yang dapat menghasilkan antibodi yang mampu melawan virus.

Mereka akan segera mengajukan permohonan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Penemu vaksin itu adalah para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh, AS.

Mereka menguji vaksin itu pada tikus, yang menghasilkan antibodi dalam jumlah yang dianggap cukup untuk “menetralisir” COVID-19 dalam dua minggu setelah injeksi, The Independent melaporkan. Tim peneliti itu tidak sendirian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan setidaknya ada 20 vaksin virus corona potensial yang sedang dalam tahap pengembangan di seluruh dunia.

Uji coba pada manusia pertama sudah dimulai di Seattle, dipimpin oleh perusahaan bioteknologi Moderna yang berbasis di Boston, AS.

Uji coba ini didukung oleh institut kesehatan nasional AS dan Kaiser Permanente Washington Research Institute. Cepatnya vaksin Moderna dalam memasuki uji coba didukung oleh para ilmuwan China yang berbagi urutan genetik Sars-CoV-2.

Setelah uji coba fase 1 dan fase 2 selama musim panas, para ahli mengatakan vaksin dapat memulai uji coba fase 3 pada musim gugur. Jika data menunjukkan vaksin itu aman dan efektif untuk sampel itu, FDA akan menyetujuinya.

Para peneliti telah diberi izin untuk melewati fase pengujian hewan. Di Inggris, para ilmuwan dari Imperial College London mengatakan awal bulan ini mereka memiliki “prototipe vaksin” yang dapat segera diuji pada manusia, menurut laporan The Independent.

Dr Robin Shattock, kepala departemen penyakit menular universitas itu menyatakan, “Ini adalah upaya global. Kami tidak berlomba melawan negara lain, kami berlomba melawan virus.”

Namun, terlepas dari jumlah tim yang bekerja dengan kecepatan sangat tinggi untuk mengembangkan vaksin, beberapa ahli mengatakan masih butuh sekitar 18 bulan lagi sebelum vaksin potensial bisa diberikan ke masyarakat umum.

Uji coba manusia skala besar diperlukan sebelum semua orang dapat menggunakan vaksinnya.

Anthony Fauci, direktur institut nasional alergi dan penyakit menular di AS dan salah satu pejabat kesehatan utama Presiden Presiden Donald Trump, mengatakan proses pengembangan vaksin “akan memakan waktu satu atau satu setengah tahun paling cepat.”

China juga telah berada di garis depan perburuan vaksin. Untuk membuat vaksin, perusahaan China Beijing Advaccine Biotechnology bekerja dengan perusahaan biotek AS bernama Inovio Pharmaceuticals.

Mereka sedang dalam proses mengembangkan “vaksin DNA” yang disebut INO-4800. Vaksin ini sudah dalam uji praklinis.

Ini melibatkan penyuntikan materi genetik secara langsung ke seseorang untuk memicu respons kekebalan yang lebih kuat, sehingga mereka lebih siap untuk menghentikan infeksi.

Namun, para peneliti belum tahu apakah vaksin itu akan memberikan kekebalan terhadap COVID-19, atau apakah kekebalan itu hanya akan berumur pendek.

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.