HETANEWS

Dua Tahun Jadi Pengedar, Akhirnya Ayah Enam Anak Ini Nginap di Balik Jeruji Besi

Tersangka dan barang bukti .yang diamankan Polisi.

Sergai, hetanews.com - R alias Buyung (53), ayah dari enam anak, seorang pengangguran,  warga Dusun II, Desa Kotarih Pekan, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ditangkap saat asik mengisap sabu, di kediamannya , pada Jumat (3/4/2002) lalu, sekira pukul 20:30 WIB.

Barang bukti yang diamankan petugas, 1 lembar plastik klip transparan kecil yang diduga berisikan sabu, dengan berat 0,14 gram, 1 buah kaca pirex yang masih berisikan sisa-sisa diduga sabu, 1 bal plastik klip transparan ukuran sedang kosong, 1 pipet yang ujungnya runcing, 1 dot karet, 1 buah mancis, 1 alat hisap sabu atau bong dan 1 timbangan elektrik.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum, kepada awak media, Sabtu (4/4/2020) sore tadi, mengatakan, penangkapan tersangka, menindaklanjuti laporan masyarakat, tentang adanya pengedar sabu, di wilayah Desa Kotarih Pekan, Kecamatan Kotarih, Sergai.

Team bergerak cepat ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap tersangka. Setelah melihat tersangka didalam rumah, tepatnya didalam dapur, team melakukan penangkapan.

Tersangka R alias Buyung ditangkap saat sedang asik nyabu, di rumahnya, tepatnya di dapur. Hasil pengeledahan, polisi berhasil menemukan barang bukti sabu, di atas meja rumah milik tersangka.

Bapak 6 anak ini mengaku memperoleh barang haram tersebut dari tersangka T, warga Kampung Banten, Desa Kotarih Baru, dengan harga Rp600.000,- seberat 0,75 gram.

Bahkan, tersangka mengaku, membeli sabu pada hari Kamis (2/4/2020) lalu, yang mana sebagian sudah terjual dan sebagian digunakan sendiri oleh tersangka.

Tersangka juga mengaku sebagai pengedar sabu sudah hampir 2 tahun.

Untuk perbuatannya, pelaku dan barang bukti dilimpahkan ke Sat Narkoba Polres Sergai guna proses lebih lanjut dan dikenakan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Subs Pasal 127 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Natkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, terang Kapolres lagi.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.