HETANEWS

Antisipasi Covid-19 di Penjara, Lapas Klas IIA Siantar Sudah Bebaskan 175 Napi

Kasi Binadik Lapas Siantar, Auliya Zulfahmi. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Terhitung mulai Rabu, 1 April 2020 hingga Sabtu, 4 April 2020, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pematangsiantar, telah membebaskan 175 narapidana (Napi), yang telah memenuhi persyaratan,  sesuai Permenkumham No.10 tahun 2020 dan juga Kepmenkumham No.M.HH-19.PK.01.04:04 Tahun 2020, tentang pemberian asimilasi dan hak integrasi, bagi napi dewasa dan anak, dalam rangka pencegahan dan penanggulan Corona Virus Disease - 19 (Covid-19), di penjara.       

Demikian dikatakan Kalapas Porman Siregar, melalui Kepala Seksi Bimbingan Napi & Anak Didik (Kasi Binadik), Auliya Fahmi yang dikonfirmasi wartawan, Sabtu (4/4/2020), melalui pesan WhatsApp (WA).

"Sudah 175, dan kami masih terus melakukan pendataan terkait napi yang akan dibebaskan,"kata Fahmi.

Menurut Fahmi, pada Minggu pertama, pihak Lapas memprioritaskan bagi napi yang telah menjalani setengah masa pemidanaan, sesuai Permenkumham.

Adapun pembebasan para napi, kategori tindak pidana umum, diantaranya narkotika, di bawah 5 tahun penjara dan tindak pidana umum lainnya yang sudah menjalani lebih dari setengah masa hukumannya. Maka dapat disegerakan asimilasinya, di rumah menunggu SK PB/CB-nya, ungkapnya.

Hal ini sekaitan intruksi Permenkumham dalam mengantisipasi penyebaran Corona, di dalam sel tahanan (penjara).  Dalam proses pembebasan tersebut, pihak Lapas mempermudah administrasi atau memangkas administrasi yang panjang.         

Secara singkat, Fahmi juga menjelaskan prosesnya, jika setengah hukuman jatuh, pada  Januari 2020 dan 2/3-nya, jatuh pada Juni 2020, maka narapidana tersebut bisa dibebaskan.

Peraturan ini berlaku bagi narapidana yang 2/3 hukumannya jatuh hingga 31 Desember 2020, sesuai instruksi Permenkumham tersebut, katanya.

Masyarakat Merasa Kurang Nyaman

Menanggapi banyaknya narapidana yang akan dikeluarkan dari semua Lapas yang ada di Indonesia, sebahagian berpikiran takut.

Karena yang dibebaskan selain pelaku judi, juga pelaku pencurian (maling) yang merupakan tindak pidana umum.

Seperti dikatakan Rina yang mengaku sebagai Ibu Rumah Tangga, kepada hetanews.com, ketika ditanya tanggapannya terkait pembebasan tersebut. "Takut juga awak ya, makin banyak maling dan jamret lagi nanti ya. Jadinya kita bukan hanya waspada dengan Covid-19, tapi juga keamanan di sekitar kita,"katanya.

"Mudah – mudahan, mereka yang sudah dibebaskan itu baik baiklah di luar ya,"harapnya.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.